Tampilkan postingan dengan label GSM-Gerakan Sumatera Membangun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GSM-Gerakan Sumatera Membangun. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juli 2013

Kapal Thailand Disita Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan


4 Kapal Ikan Thailand Disita Di Perairan Selat Malaka




Kapal 21
DUA dari empat kapal ikan Thailand sandar di Pelabuhan Gudang Arang Belawan setelah ditangkap PSDKP saat mencuri ikan di ZEEI perairan Selat Malaka, Sabtu (20/7). ( Repro/WSP/Rustam Effend )
Medan-"GALANG"
 Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjend PSDKP) menangkap 4 kapal ikan Thailand karena mencuri ikan (ilegalfishing) di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEEI) perairan Selat Malaka sebelah timur Aceh, Rabu (17/7).
Ke empat kapal itu, KM Kasiasin I, KM Kasiasin 2, KM ChayanonI dan KM Chayanon 2, bersama alat tangkap (pukat trawl) dan 36 Anak Buah Kapal (ABK) terdiri 8 orang berkebangsaan Thailand dan 28 orang berkebangsaan Myanmar diboyong ke Belawan,dan tiba Jumat (19/7).
Dirjend PSDKP Syahrin Abdurrahman mengatakan, penangkapan kapal asing itu upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberantas ilegal fishing. “Kami mengapresiasi penangkapan ini karena ilegal fishing telah menimbulkan kerugian besar,”kata Syahrin kepada wartawan di Pelabuhan Gudang Garam, Belawan, Sabtu (20/7/).
Penangkapan terjadi saat KP Hiu 008 melakuka patroli rutin dan melihat ke empat kapal menangkap ikan di perairan ZEEI. Selanjutnya petugas melakukan penangkapan, salah satu dari kapal itu mogok karena saluran minyak dari tangki ke mesin terputus.
Disinggung keberadaan ABK, Syahrin mengatakan, akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi. Namun untuk nahkoda akan diganjar sesuai hukum yang berlaku. Sedangkan empat kapal itu tetap dalam pengawasan PSDKP hingga selesai proses pengadilan.
“Kita akan jaga kapal ini sampai P21. Setelah itu bukan tanggung jawab kita lagi, tetapi tanggng jawab kejaksaan”, katanya.Suhartono, staf PSDKP Belawan mengatakan, ke empat kapalikan Thailand itu dalam keadaan kosong saat ditangkap. “Ikannya gak ada karena baru dilangsing ke darat oleh kapal lain,” kata dia.
Sementara menurut sumber, rencananya ikan sebanyak 3 ton dan semua alat tangkap dan perlatan dari ke empat kapal akan dijual kepada seorang pengusaha di kawasan Sundari, Belawan. Penjualan dilakukan terselubung guna mengelabui wartawan. “Mana mungkin kapal itu kosong,” ujar sumber minta namanya tidak disebutkan.-//sumber harian berita sore// (WSP/h03)

Sabtu, 22 Juni 2013

BUDAYA KARO DITANAH RANTAU


Ketika Warga Karo Perantauan Rindu Kampung
Periksa Ginting | Sabtu, 22 Juni 2013 - 11:34:45 WIB
    

    Bogor,"kba.GALANG"



(SH/Periksa Ginting)
Para tokoh masyarakat suku Karo yang ada di Bogor berfoto bersama sebelum acara Pesta Kerja Tahun Karo Bogor 2013 dilanjutkan.
Perayaan Kerja Tahun untuk melepas rindu akan kampung halaman sekaligus menjaga budaya.

Rindu akan kampung halaman setelah lama merantau adalah suatu keniscayaan. Rasa rindu terhadap kampung halaman akan semakin besar ketika berpadu dengan rasa ingin tahu perubahan apa saja yang sudah terjadi di daerah asal yang kita tinggalkan.
Tidak terkecuali bagi mereka yang sudah beranak-pinak di tanah perantauan, tetap memiliki rasa rindu terhadap tanah kelahiran. Demikian juga para mahasiswa perantau akan selalu dilanda rindu akan suasana kampung halaman, rindu teman sepermainan, hamparan sawah yang hijau, dan sungai yang airnya bersih dan bening.
Kerinduan seperti ini pula yang dirasakan masyarakat suku Karo yang tinggal di Kota dan Kabupaten Bogor. Untuk mengobati rasa rindu itu, pada awal Juni 2013, tepatnya Sabtu 8 Juni, warga Karo di daerah berjuluk Kota Hujan ini menggelar Pesta Kerja Tahun Bogor 2013.
Bagi masyarakat Karo, perayaan Kerja Tahun atau sering juga disebut Merdang Merdem, merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang biasanya dilaksanakan masyarakat Karo di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Pesta yang melibatkan warga seisi kampung ini biasanya dilakukan usai menanam padi di sawah.
Perayaan tersebut merupakan bagian dari ucapan syukur kepada sang Pencipta karena kegiatan menanam padi telah selesai. Teriring doa agar tanaman padi tersebut diberkati sehingga bebas dari hama dan menghasilkan panen berlimpah.
Ketua Panitia Pesta Kerja Tahun Bogor 2013, Anndy Sembiring Meliala mengatakan, momen yang melibatkan seluruh warga kampung tersebut biasanya juga dimanfaatkan muda-mudi sebagai ajang mencari jodoh.
Setiap acara Merdang Merdem (Kerja Tahun) biasanya dimeriahkan dengan gendang guro-guro aron yaitu acara tari tradisional Karo yang melibatkan pasangan muda-mudi. Setiap kecamatan di Tanah Karo merayakan Merdang Merdem pada bulan yang berbeda.
“Sebagai komunitas yang masih memegang kuat tradisi dan budaya Kerja Tahun dan sekaligus untuk lebih memperkenalkan budaya Kerja Tahun kepada muda-mudi Karo serta masyarakat Bogor pada umumnya, Panitia Kerja Tahun Bogor 2013 mencoba menyalurkan aspirasi dan bakat muda-mudi Karo di Bogor dalam satu pagelaran Seni, Budaya dan Makanan Khas Karo,” Anndy menjelaskan.
Bertempat di Gedung Yayasan Mulia Kasih Simalem, Kandang Roda, jalan Bogor-Jakarta, perayaan Merdang Merdem berlangsung sangat semarak. Warga Karo datang dari berbagai pelosok kota kecamatan di Kota dan Kabupaten Bogor. Ada yang menggunakan kendaraan pribadi, tapi banyak juga yang menggunakan kendaraan umum.
Acara dimulai sejak pagi hingga tengah malam. Diawali dengan kata pengalo-ngalo (kata sambutan) dari ketua panitia, acara kemudian dilanjutkan menari bersama dengan para tokoh masyarakat Karo dari lima marga yakni Sembiring, Karo-karo, Perangin-angin, Tarigan, dan marga Ginting.
Dalam acara perayaan Merdang Merdem ini juga dilantunkan lagu legendaris Karo. Lagu-lagu tersebut merupakan karya seniman Karo yang terus dikenang sampai saat ini, seperti “Djaga Depari”, “Erkata Bedil”, “Sora Mido”, dan “Turang”.
Tidak kalah menarik adalah demo masakan khas Karo. Setiap perwakilan marga tampil ke atas panggung untuk memperagakan cara pembuatan masakan tersebut dan apa saja bahan-bahan yang dibutuhkan. Sebagian besar bahan baku itu didatangkan dari Medan. Usai melakukan demo, perwakilan yang rata-rata ibu-ibu membagikan masakan tersebut ke pengunjung Kerja Tahun.
Jenis masakan khas Karo yang didemokan antara lain cimpa tuang, cimpa matah, rires (lemang), gule nurung emas, terites/pagit-pagit, gule daging lembu gat-gat, bohan-bohan, dan manok tasak telu.
''Kita ingin generasi muda kita tetap mencintai budaya, makanan khas dan lagu-lagu Karo yang tetap dipertahankan turun-temurun. Dengan mencintai budaya dan masakan khas tersebut, muda-mudi Karo akan lebih mencintai sukunya sendiri yang ternyata memiliki nilai yang sangat luhur,'' ujar NK Sembiring, tokoh masyarakat Karo di Bogor.
Dalam menanamkan rasa cinta terhadap budayanya, muda-mudi Karo juga ditampilkan untuk menari tradisional. Lengkap dengan pakaian adat Karo, mereka menari dengan iringan musik tradisional. Pertunjukan anak-anak muda itu mendapat sambutan cukup meriah dari pengunjung pesta yang jumlahnya ratusan orang.
Pada puncak acara pada malam hari, tampil penyanyi pop Karo Trio Alan Dhany Sitepu dan pasangan perkolong-kolong Keleng Barus dengan Anita Beru Sembiring. Sorak-sorai selalu menyambut para penyanyi ketika tampil di panggung.
''Saya benar-benar puas. Serasa berada di kampung bersama keluarga saat mengikuti rangkaian acara. Kami berharap tahun depan masih ada acara seperti ini,'' ujar Ny Erlina Beru Barus.
Sumber : Sinar Harapan

KEPRI RICUH TOLAK KENAIKAN BBM


Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Kepri Ricuh

Kepulauan Riau,"kba.GALANG"

Headline
(Foto: inilah.com/ilustrasi)
Oleh: Harian Haluan Kepri
sindikasi - Sabtu, 8 Juni 2013 | 03:15 WIB

INILAH.COM, Tanjungpinang - Ratusan aktivis mahasiswa di Provinsi Kepri yang bergabung dalam Jaringan Informasi Mahasiswa (JIM) Kepri dan Gerakan Aliansi Mahasiswa (GAM) Kepri turun ke jalan menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Jumat (7/6) mulai pukul 13.00 WIB. Aksi yang berlangsung di depan Gedung Daerah Kepri di Kota Tanjungpinang itu berujung ricuh.

Dalam aksi tersebut sempat terjadi adu fisik antara polisi dan mahasiswa yang mengakibatakan tiga mahasiswa mengalami luka-luka. Sebelum bentrok, sebuah mobil tangki minyak yang melintas di lokasi, sempat dikejar dan dilempari oleh mahasiswa. Di saat bersamaan melintas pula mobil salah satu dinas di Pemprov Kepri yang membuat mahasiswa kian panas.

Mahasiswa menyetop mobil dan langsung menaiki bagian depan, bagian samping dan belakang mobil. Namun tindakan para mahasiswa itu dihentikan oleh petugas kepolisian. Polisi bertindak tegas dengan melakukan penraikan terhadap mahasiswa yang berada di atas mobil tersebut hingga terjadi adu pukul.

Sejumlah mahasiswa yang terjatuh di tengah jalan, terus dikejar petugas hingga terjadi insiden pemukulan dan penendangan terhadap mahasiswa oleh polisi. Tiga mahasiswa terluka di bagian pelipis bernama Dimas Prayoga, Urai Rahmat terluka di bagian belakang telinga serta M Auliansyah luka di bagian kepala.

Atas kejadian tersebut mahasiswa meminta pertanggungjawaban Kapolres Tanjungpinang yang berada di lokasi.

Salah satu mahasiswa yang melakukan orasi Urai Rahmat mengatakan, mahasiswa hanya meminta kepada Gubernur Kepri HM Sani untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa yang menyuarakan jeritan masyarakat. Mahasiswa meminta aspirasi ini disampaikan Gubernur kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bawa masyarakat Kepri menolak kenaikan BBM.

"Kenapa kami dipukuli polisi sampai terluka seperti ini? Padahal kami cuma ingin menyampaikan aspirasi dan menyuarakan hati masyarakat yang sekarang ini sudah susah dan ditambah lagi dengan kenaikan BBM. Mana hati nurani dari pemimpin di negeri ini," kata Urai dalam orasinya.

Aksi mahasiswa diawali dengan berkumpul pada dua titik yakni di kawasan GOR Kaca Puri dan di depan Kantor KPU Kepri di Tanjungpinang. Kemudian, mereka long march ke Gedung Daerah. Dalam aksinya, mahasiswa mengusung berbagai poster dan spanduk besar bertuliskan, "Tolak Kenaikan Harga BBM, Turunkan SBY!!!"

Berselang beberapa menit, aksi kedua dari Kaca Puri juga tiba di depan Gedung Derah, dengan masa yang lebih banyak lagi. Ratusan mahasiswa ini sempat membuat kemacetan di Jalan Yusuf Kahar Tanjungpinang.

Awal penjagaan oleh pihak kepolisian sangat renggang dan sedikit. Hal itu membuat aksi mahasiswa menjadi bebas dan mereka mencoba menerobos masuk dari pintu samping Gedung Daerah dengan cara menggoyangkan pagar besi. Beberapa mahasiswa juga tampak mencoba memanjat pagar tersebut.

Namun, usaha mereka dapat digagalkan sejumlah polisi yang berjaga. Semakin lama, kondisi pendemo semakin tidak terkontrol, Kapolres Tanjungpinang AKBP Patar Gunawan pun langsung turun ke lokasi.

Hal tersebut, tidak membuat para mahasiawa ini gentar untuk menyampaikan orasi penolakan kenaikan BBM tersebut. Cuaca yang panas tidak membuat para mahasiswa berhenti untuk menyampaikan aspirasinya, pembakaran ban bekas pun terjadi.

Dorongan-dorongan, kepada barisan depan polisi juga tidak bisa terbendung. Ratusan Mahasiswa ini, bersorak menyampaikan peryataan sikapnya, "Turunkan SBY-Boediono" harga mati untuk sebuah kebenaran, ketika usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam tanpa alasan, dituduh subversif dan menggangu keamanan. Hanya ada satu kata LAWAN, mundur adalah suatu penghianatan.

Mahasiswa menolak dengan tegas kenaikan harga BBM, karena yang merasakan dampak dari kenaikan ini adalah rakyat yang mengakibatkan rakyat terhimpit dan tercekik oleh keadaan.
Mahasiswa mencium aroma politik dalam rencana kenaikan BBM ini, yang hanya menguntungkan oknum-oknum tertentu dan rakyat yang mendapatkan imbasnya.

Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa juga menolak adanya BLT (bantuan langsung tunai) yang diperuntukkan kepada rakyat. Mereka menilai BLT merupakan suatu bentuk pembodohan pemerintah kepada rakyatnya.

Aksi mahasiswa ini mendapatkan simpati dari masyarakat. Tak sedikit warga yang bergabung dalam aksi itu.

"Saya mendukung mahasiswa menentang kenaikan BBM oleh pemerintah. Seharusnya pemerintah peka terhadap kesusahan yang dialami oleh masyarakat kecil seperti saya ini," kata Butet, salah satu warga.

Sementara itu, pihak kepolisian membantah adanya pemukulan terhadap mahasiswa yang sedang berunjukrasa. Sejumlah petugas polisi juga dilaporkan ada yang terkena pukulan yang berasal dari tiang-tiang bendera yang dibawa mahasiswa.//sumber harian berita pagi// [mes]

Masuk Polisi Wanita Bayar Rp 80 Juta


Batam-"kba.GALANG"


Jumat, 21 Juni 2013 14:59 WIB
 Masuk Polisi Wanita Bayar Rp 80 Juta

Tribunnewsbatam.com/Hadi Maulana
Valentina Beru Bangun (paling kanan) bersama kedua orangtuanya menunjukan kwitansi pembayaran untuk masuk polisi senilai Rp 80 juta
. 

KORUPSI DANA VAKSIN HAJI DAN UMROH

KORUPSI HAJI, 2 STAF KKP TERSANGKA

Pekan Baru-"kba.GALANG"
Kamis, 11 April 2013

PEKANBARU — Setelah mantan Kepala Kantor Kesehatan (KKP) Pekanbaru, Iskandar MKes ditetapkan sebagai tersangka, kini Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Pekanbaru kembali menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi vaksin meningitis haji dan umroh.
Dua orang ditetapkan tersangka tersebut, yakni drg Mariane Donse dan dr Suwignyo selaku staf di KKP Pekanbaru. Sekarang mereka masih dalam proses penyidikan.

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Robert Panjaitan SH saat ditemui Pekanbaru MX Selasa (9/4/13).

“Setelah Kepala KKP disidangkan dalam kasus ini, kita sudah menetapkan dua tersangka lagi,” kata Robert H Panjaitan.

Dijelaskan Kasi Pidsus, kedua tersangka ini diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi dengan Iskandar dalam melaksanakan vaksin menginitis tersebut.

“Mereka ini diduga menetapkan harga vaksin di luar harga normal,” jelas Robert.

Untuk saat ini, sambung Robert penyidik sedangan menyelesaikan berkas kedua tersangka agar secepatnya diimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) atau tahap II.

Selain itu, sejumlah keterangan saksi dan alat-alat bukti yang ada hubungannya dengan perkara tersebut, tengah dikumpulkan penyidik.

“Kapan berkasnya dinyatakan lengkap, kami belum bisa pastikan. Karena penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti,” terangnya.

Sementara itu, Iskandar yang sudah menjadi terdakwa dan sudah beberapa kali menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Terakhir terdakwa mengajukan bantahan (Eksepsi) atas dakwaannya.

Namun, ekpsepsinya tersebut ditolak majelis hakim dalam sidang dengan agenda putusan. Majelis hakim meminta JPU supaya menghadirkan saksi-saksi pada sidang selanjutnya.

Diketahui, Dalam dakwaan yang dibacakan JPU, Oka Regina SH  terdakwa Iskandar telah melakukan tindak pidana korupsi penyimpangan pungutan vaksin meningitis untuk jemaah umroh pada tahun 2010 dan tahun 2011.

Dimana pada tahun tersebut, terdakwa yang menjabat sebagai Kepala KKP mengadakan kegiatan suntik vaksin menginitis bagi jamaah haji dan umroh Pekanbaru bertujuan untuk memberikan kekebalan bagi kesehatan calon jemaah.
Pada tahun 2011 tersebut diketahui KKP Pekanbaru melakukan suntik vaksin terhadap jamaah umroh sebanyak 6.454 orang. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2009 tentang jenis dan tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

‘’Bagi calon jemaah umroh dibebankan biaya PNBP sekitar Rp20 ribu, biaya pendaftaran Rp2.500, biaya pemeriksaan Rp7.500 dan biaya buku ICP atau buku kuning Rp10 ribu. Seluruhnya berjumlah sebesar Rp40 ribu-er orang,” terang Oka SH.

Namun pada kenyataannya, terdakwa menyuruh staff pegawainya untuk meminta biaya tarif suntik vaksin menginitis tersebut dengan jumlah bervariasi. Setiap jamaah dipungut biaya mulai dari Rp250 ribu hingga Rp450 ribu.

Pungutan yang melebih biaya sebenarnya, sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2009 tentang PNBP.
Atas perbuatan terdakwa yang melakukan pungutan liar di luar ketentuan PP No 13 tahun 2009, diancam dengan Pasal 12 B ayat 1, huruf a ayat 2 Undang Undang No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pembertantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.=MXC//sumber harian pekan baru //
   
Send to friend
Related articles

BBM Naik, Masyarakat Daerah Sangat Kecewa




Medan-"kba.GALANG"

Sabtu, 22 Juni 2013 | 9:53
Ilustrasi kenaikkan harga BBM. [inilah.com]Ilustrasi kenaikkan harga BBM. [inilah.com]


[MEDAN] Keputusan pemerintah dalam menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) Rp 6.500 per liter dan solar Rp 5.500 per liter, membuat masyarakat daerah merasa sangat kecewa.   

Keputusan pemerintah itu dianggap tidak melindungi, bahkan menyengsarakan masyarakat. 

Sebab, kenaikan BBM itu bakal disusul kenaikan harga kebutuhan pokok di tengah persiapan menjelang Lebaran dan memulai tahun ajaran baru.   

"Kenaikan harga itu demi kepentingan penguasa. Pembantu Presiden hanya cari muka saja," ujar seorang ibu rumah tangga (IRT) di Medan, Sumatera Utara, Sutyas Ningsih (44), Sabtu (22/6).   

Menurutnya, keputusan pemerintah dalam menaikkan harga BBM tersebut, sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat, utamanya keluarganya. Pemerintah tidak memberikan keadilan.   

"Ini semua dilakukan pemerintah untuk membahagiakan kepentingan penguasa. Pemerintah tidak peduli dengan masyarakat yang semakin menderita," katanya.   

Hal senada juga disampaikan Suhartini (50), saat ditemui di kawasan Perumnas Mandala Medan, IRT ini mengungkapkan, kenaikan harga BBM itu untuk kepentingan pemilu 2014.   

"Mereka menganggap masyarakat ini masih sangat mudah untuk dibodoh - bodohi. Padahal, masyarakat sudah muak melihat kebohongan penguasa dan pemerintah," ungkapnya.   

Ibu beranak tiga ini menambahkan, masyarakat tidak akan terkecoh atas kepentingan penguasa saat pemilu mendatang. Masyarakat tidak simpatik lagi terhadap penguasa.//sumber suara pembaruan // [155]


KABUT ASAP DI PEKAN BARU MULAI MENIPIS




Pekan Baru-"kba.GALANG"

Jumat, 21 Juni 2013 | 10:54
Kabut asap menyelimuti landasan pacu dan tempat parkir pesawat di Bandara Hang Nadim Batam, Senin (17/6). Stasiun BMKG Hang Nadim mengeluarkan peringatan cuaca ekstrim dan penurunan jarak pandang hingga 1000 meter akibat kabut asap kiriman dari Provinsi Riau, sebanyak 138 titik api [antara]Kabut asap menyelimuti landasan pacu dan tempat parkir pesawat di Bandara Hang Nadim Batam, Senin (17/6). Stasiun BMKG Hang Nadim mengeluarkan peringatan cuaca ekstrim dan penurunan jarak pandang hingga 1000 meter akibat kabut asap kiriman dari Provinsi Riau, sebanyak 138 titik api [antara]


[PEKANBARU] Kabut asap di Pekanbaru, Riau,  Jumat (21/6) pagi belum mengganggu jadwal penerbangan karena mulai menipis. Meski kondisinya masih tebal, namun jarak pandang masih bisa sampai 1 km. Hal ini berbeda dengan sehari sebelumnya yang mengakibatkan penundaan tiga penerbangan.  

 “Belum ada penerbangan yang tertunda hari ini. Berbeda dengan Kamis kemarin, ada tiga penerbangan dari Pekanbaru ke Medan yang tertunda,” kata Kepala Divisi Pelayanan Operasi Perum Angkasa Pura II Bandara Soeltan Syarif Kasim, Pekanbaru Riau, Hasturman kepada SP, Jumat pagi.   

Dia menjelaskan, penerbangan dari dan menuju Pekanbaru masih sesuai dengan jadwal. Kabut asap di Pekanbaru mulai menunjukkan tanda-tanda menipis.   

Menurut laporan Badan Meteorologi  Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, terdapat 142 titik api yang ada di Provinsi Riau. Beberapa wilayah yang mengalami gangguan kabut asap parah di Kabupaten Rokan Hilir, Dumai, dan sebagian wilayah Bengkalis.  

Wagub Riau, Mambang Mit mengatakan, di beberapa tempat murid-murid sekolah sudah mulai diliburkan akibat gangguan kabut asap. Sedangkan di Kota Pekanbaru sejak Kamis sudah mulai dibagikan masker bagi masyarakat akibat gangguan kabut asap.   

Dia mengharapkan, agar masyarakat tidak terlalu banyak keluar rumah kalau tidak ada keperluan yang mendesak. Kapolda Riau, Brigjen Condro Kirono mengatakan, akan menindaktegas perusahaan- perusahaan yang melakukan pembakaran lahan sehingga mengakibatkan timbulnya kabut asap.   

“Kita akan bertindak tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang seenaknya melakukan pembakaran lahan,” ujarnya dalam pertemuan dengan wartawan di Aula PWI Riau, Kamis.   

Menurutnya ada lima perusahaan yang membakar lahan kosong dan hutan, namun dia tidak menjelaskan nama-nama perusahaan tersebut karena masih dalam tahap penyelidikan.   

Kapolda meminta masyarakat ikut membantu mengamankan lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan kosong dan hutan, karena sangat membahayakan lingkungan.//sumber suara pembaruan // [MUL]


Kamis, 20 Juni 2013

PT RIAU AIR PUTASAN PAILIT MAHKAMAH AGUNG


Surat Resmi Belum Diterima

 
Surat Resmi Belum Diterima
Foto: Dok. Riau Pos
 
PEKANBARU (RP) - Hingga saat ini, baik Pemprov Riau maupun manajemen PT Riau Air belum  menerima secara resmi baik lisan maupun tulisan dari Mahkamah Agung (MA) terkait dikeluarkannya putusan pailit terhadap PT Riau Air.  Kepala Biro Administrasi Ekonomi Setdaprov Riau Burhanuddin mengungkapkan bahwa saat ini tim penasehat hukum PT Riau Air terhitung hari ini, Jumat (21/6) akan melakukan klarifikasi status pailit kedua kalinya ini kepada Pengadilan Tata Niaga di Medan. 

“Klarifikasi status pailit Riau Air saat ini di Pengadilan Niaga tim lawyer Riau Air sudah turun. Setelah mereka pulang kami akan mempertanyakan kembali status klarifikasi, demikian pula langkah hukum yang akan diambil kemudian,” katanya menjawab Riau Pos, Kamis (20/6).

Langkah klarifikasi yang dilakukan pasca pertemuan antara Biro Ekonomi dengan manajemen yang dihadiri Direktur Komersial Revan Minzano serta beberapa penasehat hukum siang kemarin di kantor Gubernur.

Burhanuddin menambahkan langkah koordinasi yang dilakukan tersebut ingin mendapatkan titik temu dari sebuah isu besar yang bergulir beberapa hari ini. Terutama terkait kenapa hal tersebut terjadi untuk pailit kedua kalinya, sementara sebelumnya status pailit sudah dicabut karena berdasarkan pertemuan kreditur dalam hal ini Bank Muamalat dengan RAL disepakati beberapa hal.

“Di sisi lain Pengadilan Niaga Medan sudah mencabut keputusan pailit, ada sesuatu yang perlu dipertanyakan. Riau Air belum bisa menerima keputusan tersebut karena tidak ada alasan jelas kenapa dinyatakan pailit di tingkat MA,” sambungnya.

Diceritakan Burhanuddin, Riau Air pada saat pailit Juni 2012 lalu, langsung dilakukan kasasi ke MA yang diajukan pada Juli. Lalu pada Oktober terjadi kesepakatan antara kreditur dengan pihak Riau Air yaitu kesepakatan mencabut pailit atau homologasi dengan membayar utang yang dituntut dengan keputusan niaga Medan. “Prosesnya sedang diupayakan Riau Air,” tuturnya.

Karena kasasi di MA sudah inkrah sebagai keputusan hukum tetap, artinya tidak ada lagi gugat menggugat. Lalu kembali pada Januari 2013 MA kembali menyatakan pailit, padahal homologasi sudah sah dan Maret 2013 Riau Air mencabut kasasi. Untuk kemudian kembali dinyatakan pailit lagi pada 16 Juni 2013.

Berbagai hal inilah yang diharapkan Pemprov dan RAL agar diklarifikasi kembali sehingga kejelasannya dapat terungkap kenapa bisa keluar lagi pernyataan pailit dari MA. Seperti yang disebutkan Burhanuddin, dari laporan tim lawyer tersebut nanti, maka Riau Air akan melakukan langkah ke depan apa yang akan dilakukan.(egp)/sumber:raiu pos.co//

Kamis, 31 Mei 2012

Bupati Inhu Indragiri Hulu Yopi Aryanto SE Harus Tanggung Jawab


  RAKYAT TAGIH JANJI BUPATI  KABUPATEN INHU :
  Perbaikan Jalan Talang  Jerinjing Perlu Perhatian Pemerintah

  Rengat Inhu-"kba"- kantor berita ajiinews.

 







Jalan Desa Talang Jerinjing Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Inhu,rusak berat, rakyat tagih janji Bupati Kab.Inhu Yopi Ariyanto SE, untuk segera perbaikan jalan tersebut.Tampak dalam gambar anak bangsa siswa SD Naik sepeda  terjatuh dampak jalan seperti kubangan kerbau.(foto : is/ras).

  Guna peningkatan  ekonomi masyarakat Talang Jerinjing Kecamatan Rengat  Barat Kabupaten INHU (Indra Giri Hulu )  Provinsi Riau yang selama ini , sumber mata pencaharian petani kebun sawit ,tanaman palawija pola plasma sudah lama bermitra dengan Perusahaan swasta dan pemerintah setempat.
Terlihat sisi potensi ekonomi bidang pertanian yaitu sektor Perkebunan Inti Rakyat (PIR) cukup menjanjikan  untuk pemberdayaam ekonomi masyarakat khususnya sektor  kebun sawit yang di kelola oleh masyarakat setempat.

Berdasarkan pemantoan “kba dan Rakyat Oposisi” kondisi jalan rusak berat yang sering dikeluhkan oleh warga setempat,namun hingga saat ini perhatian dari Bupati  Kabupaten Inhu  , Yopi Arianto SE ,belum juga di sentuh tentang perbaikan jalan infrastruktur  perdesaan.Padahal dalam janji politiknya dalam pencalonan Pilkada siap membangun dan perbaikan jalan tegas sumber Rakyat Oposisi.

Lebih ironisnya hasil investigasi "kba,dan Rakyat Oposisi "di lokasi, terlihat kegiatan dunia pendidikan khusunya anak sekolah ,ketika berangkat pagi hari harus melalui jalan rusak berat.Apalagi ketika musim hujan ,anak sekolah cukup memprihatinkan.Padahal dari zona area kota Rengat Inhu, kurang lebih 4 km menuju Desa Talang Jerinjing namun pasilitas jalannnya rusak berat.

Seperti yang dituturkan salah satu siswa Kelas 1 SD 028, diantaranya Firma Mae Sarah, Dina Rosita Skip Hilir Kecamatan Rengat Barat  Desa Talang Jerinjing Jalan Pengairan RT 02/Rw 02 Dusun Talang Jerinjing temnbusan dari Jalan Rawa  Makmur  ,Skip Sipayung Kecamatan Rengat Barat Kab.Inhu   Prov.Riau.
Padahal dari Desa tersebut hanya jarak kurang lebih 4 km dari kota Rengat kondisi jalannya rusak berat.Hal inilah dialami nasib generasi Bangsa khusunya anak sekolah guna mengejar pendidikan Dikdasmen di daerah tersebut.

Beginilah nasib generasi penerus bangsa ini,setiap hari berangkat ke sekolah untuk menuntut ilmu.Namun sanbgat di sayangkan perhatian Pemkab.Inhu khusunya Bupati Kepala Daerah hanya janji-janji .padahal sebelum menduduki jabatan Bupati Inhu ,janji politiknya pembangunan jalan tersebut jadi perhatian , sumber RO menjelaskan kami tidak butuh janji-janji manis yang penting pembangunan jalan segera  diwujudkan,Selain itu jelas sumber" kba dan  RO "kalau ada niat 

Bupati untuk memperhatikan perbaikan inprastruktur jalan perdesaan ,yang setiap hari dilalui naka-anak sekolah  baik SD dan SMP untuk berjalan kaki menuju Kota Rengat.Dimana keluhan anak-aanak sekolah dan warga setempat tentang jalan rusak berat,dengan susah payah harus di lalui ,padahal  kondisi jalan berlimpur tak ubahnya seperti kubangan kerbau.

Untuk menempuh menggunakan naik sepeda yang digunakan anak-anak sekolajh SD, SMP sering terjadi jatuh karena jalan susah payah harus dilalui, kondisi jalan  ini juga menjadi  keluhan anak-anak sekolah baik jaklan kaki maupun  sepeda,lebih sulitnya jelas pejalan kaki atau naik sepeda  untuk melewati jalan jalan berlumpu maka sepeda harus diangkat  diangkat tidak bisa di naiki karena jalan berlobang dan berlumpur ketika musim hujan.(red.kba.ras)