DENGGOL Bicara Siapa Dia:Tindakan Kriminal Makin Bahaya…?]
MAJALAHGALANG.COM-BOGOR TIMUR JAWA BARAT:Aksi premanisme terjadi di wilayah Kecamatan Cariu tepatnya di Kampung Jangkar Desa Mekarwangi Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor Jawa Barat.Tindakan penganiayaan dan penyekapan dialami dua warga Desa Sukarasa pada Minggu pagi, 15 Februari 2026, sekitar pukul 07.30 WIB. Jum’at 20 Februari 2026.
Menurut keterangan keluarga korban, Ence Sopian dijemput dari rumahnya di Kampung Pasirangin RT 007 RW 004, Desa Sukarasa, oleh seorang preman berinisial (BKF) dengan dalih akan melakukan pencairan uang.
Namun, korban justru dibawa ke wilayah Mekarwangi, tepatnya ke sebuah kandang sapi di belakang rumah seorang warga yang dikenal sebagai Haji Hadi.Di lokasi tersebut, korban disekap, digantung, dan dipukuli oleh lima orang, termasuk Haji Hadi dan anaknya yang diketahui bernama Deni.
Korban kemudian dipaksa untuk mengakui sesuatu serta diminta menunjukkan keberadaan rekannya, Ede Hendrik. Setelah itu, para terduga pelaku menjemput Ede Hendrik di tempat kerjanya di Cikarang.Setibanya di lokasi, Ede Hendrik langsung disekap dan dibawa ke dalam mobil. Di dalam mobil, ia kembali mengalami penganiayaan oleh empat orang.
Leher korban diikat, lalu dipukuli menggunakan besi dan kayu hingga mengalami luka sobek di bagian kepala. “Akibat kejadian tersebut, korban harus menjalani perawatan medis di Cileungsi dan mengalami 16 jahitan di satu bagian dan 20 jahitan di bagian lainnya.
Tidak hanya itu, kedua kaki korban juga dipukuli oleh para oknum pelaku penganiayaan menggunakan besi bekas shockbreaker hingga tidak dapat berjalan. Korban bahkan mengaku sempat diancam akan dibunuh.
Kedua korban kemudian kembali dibawa ke lokasi di Mekarwangi. Dalam kondisi tertekan, Ence Sopian diminta menghubungi sejumlah rekannya untuk datang ke tempat kejadian perkara (TKP).
Pada Minggu malam sekitar pukul 22.07 WIB, beberapa kerabat korban, di antaranya Amin Koswara, Pak Herman (Timin) Ahmad, dan Dono, mendatangi lokasi.Saat itu, kedua korban sudah dalam kondisi babak belur penuh darah dan luka luka.
Saat ini kedua korban telah berada di rumah dan kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek setempat serta diteruskan ke Polres Bogor. Korban juga telah menjalani visum di RS MERRI.
Sementara itu, Ede Hendrik sempat dalam kondisi kritis dan dirujuk ke RSUD Cileungsi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.Kasus ini kini dalam penanganan pihak aparat kepolisian Polres Bogor.(www.majalahgalang.com//ras/@supriyadi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar