Jumat, 04 September 2026

KPK–Lemhannas Dorong Penguatan Integritas Pimpinan Daerah Hadapi Disrupsi Global

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Upaya Pencegahan Dan Awal Kebenaran


MAJALAH GALANG-JAKARTA:Memperkuat integritas menjadi salah satu fondasi penting membangun ketahanan dan kemandirian daerah. Pendekatan multidisiplin berperspektif ketahanan nasional diperlukan agar kepemimpinan daerah mampu menghadapi berbagai tantangan, sekaligus memastikan setiap kebijakan tetap berpijak pada kepentingan masyarakat serta berintegritas.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, saat memberikan arahan dalam program Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV Tahun 2026 yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, di Gedung Tri Gatra, Kantor Lemhanas Jakarta, Jumat (4/9).

Menurutnya Setyo, integritas pimpinan daerah berposisi strategis sebab kualitas kepemimpinan turut menentukan terwujudnya tata kelola pemerintahan efektif dan mampu merespons perubahan. Terlebih, di tengah dinamika geopolitik global dan percepatan transformasi digital, pimpinan daerah dituntut tidak sekadar mampu meningkatkan kinerja pemerintahan, namun juga teguh secara moral, cakap, dan adaptif.

“Integritas tidak cukup dimaknai sebagai kepatuhan hukum dan peraturan, tapi harus diwujudkan melalui komitmen akuntabilitas hingga keberpihakan pada kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan kelompok,” katanya.

Setyo menilai, kepemimpinan semacam ini penting guna memastikan setiap kebijakan dan keputusan pemerintah benar-benar berorientasi kepentingan publik. Sejalan dengan tema ‘Memperkuat Kemandirian Daerah Melalui Kepemimpinan Adaptif di Era Dinamika Geopolitik Global dan Disrupsi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045’, KPPD Angkatan IV menjadi momentum memperkuat kapasitas dan integritas 18 bupati dan 5 wali kota.

Menuju Indonesia Emas 2045, Setyo mendorong para pemimpin daerah menjadikan integritas sebagai fondasi kepemimpinan pembangunan daerah bersih dan berdaya saing. Menurutnya, kemajuan daerah perlu diiringi kemampuan pemimpin dalam mengenali serta mengelola berbagai risiko integritas sejak dini, sehingga setiap perubahan dan inovasi tidak menciptakan celah baru bagi korupsi.

Pemetaan hingga Perbaikan Sistem Daerah

Komitmen tersebut menjadi penting di tengah kondisi integritas nasional yang masih menghadapi tantangan. KPK menggunakan Survei Penilaian Integritas (SPI) sebagai instrumen pengukuran sekaligus pemetaan risiko korupsi pada kementerian/lembaga, pemerintah daerah, hingga badan usaha milik negara (BUMN).

Hasil SPI 2025, menunjukkan skor integritas nasional sebesar 72,32—meningkat tipis dibandingkan tahun sebelumnya, namun masih di bawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 74,52. Dari 657 instansi yang disurvei, sebesar 54 persen atau sebanyak 353 instansi masih di kategori rentan, 30 persen atau 201 instansi di kategori waspada, dan 16 persen atau 106 instansi di kategori terjaga.

“Risiko perilaku koruptif masih menjadi tantangan yang perlu diperhatikan serius, sehingga memperkuat integritas tidak cukup hanya membenahi regulasi dan sistem, namun harus menyentuh perilaku dan budaya organisasi,” jelas Setyo.

Di sisi lain, upaya pencegahan KPK juga telah berdampak konkret terhadap perlindungan keuangan dan aset daerah. Sepanjang Semester I 2026, KPK mendorong penyelamatan keuangan daerah senilai Rp2,23 triliun, hingga penguatan tata kelola yang tercermin dari 98 persen atau 422.766 penyelenggara negara telah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) hingga pertengahan 2026.

Dari capaian tersebut, Setyo menilai pencegahan korupsi perlu dibangun melalui sistem integritas kuat, pengawasan berbasis risiko, perlindungan aset dan keuangan daerah, serta kepatuhan penyelenggara negara. Keseluruhan upaya tersebut menjadi bagian penting memastikan pembangunan daerah tidak sekadar memajukan ekonomi, tapi bersih dan berkelanjutan.

“Kesadaran diri menjadi fondasi dalam menjaga integritas. Bahaya terbesar integritas dapat muncul ketika seseorang menganggap wajar suatu kesalahan, sehingga batas benar dan salah semakin samar,” pungkasnya.

Oleh karenanya, keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari besarnya realisasi anggaran atau banyaknya proyek, melainkan kualitas tata kelola dan integritas setiap pengambilan keputusan. Kekuasaan yang diamanahkan ke kepala daerah, harus dijalankan bertanggung jawab dan jauh dari konflik kepentingan.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI, TB. Ace Hasan Syadzily, menyampaikan KPPD Angkatan IV menjadi instrumen strategis memperkuat karakter integritas pimpinan daerah terhadap lingkungan strategis. Penguatan tersebut, dinilai perlu agar para kepala daerah mampu memastikan implementasi Asta Cita diterjemahkan konsisten dalam kebijakan pembangunan di daerah.

“Karena itu, KPPD tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, namun sarana memperkuat kemampuan analisis geopolitik, ketahanan nasional, hingga kepemimpinan visioner sebagai bekal merumuskan kebijakan adaptif,” kata Ace.

Ia menambahkan, KPPD turut diarahkan membentuk pemimpin daerah bermoral, beretika, dan berkarakter negarawan. Pada akhirnya, para peserta diharapkan mampu berinovasi strategis agar mampu mengoptimalkan peran pemda dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Ace juga menegaskan, capaian KPPD tidak semata diukur dari bertambahnya pengetahuan akademik peserta, melainkan perubahan cara pikir, bersikap, dan bertindak dalam memimpin. Semangat harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor, memperkuat integritas penyelenggaraan pemerintahan, serta berpihak pada kepentingan publik.

KPPD Angkatan IV Tahun 2026 ini, diikuti pimpinan daerah dari berbagai wilayah Indonesia, antara lain Wali Kota Kupang, Banjarbaru, Banjarmasin, Tual, dan Pematangsiantar, serta Bupati Raja Ampat, Sorong, Asmat, Waropen, Tolikara, Fakfak, Bangkalan, Magetan, Bulungan, Sumba Timur, Halmahera Selatan, Halmahera Utara, Seram Bagian Barat, Simalungun, Siak, Kolaka, dan Konawe Selatan yang diharapkan mampu membekali serta memperkuat tata kelola pemerintahan dan pembangunan di daerah masing-masing.Source https://www.kpk.go.id/-(majalah galang//ras/rewi)


Rabu, 02 September 2026

Tegaskan KPK Ajak Generasi Muda Samarinda Berani Kritis Lewat Benarbenar Podcast

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Pastikan Generasi Muda HArapan Bangsa


MAJALAH GALANG-SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR:Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi menggelar kegiatan BenarBenar Podcast Live Samarinda di Main Atrium Big Mall Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (29/8).

Mengangkat tema ‘Privilege atau Prestasi?’, KPK mengajak generasi muda tidak hanya membicarakan soal keberhasilan, tetapi juga ikut melihat lebih kritis proses di baliknya. Sebab, kesempatan yang tidak setara, akses yang dimiliki seseorang, hingga relasi dan kedekatan dengan pihak tertentu, dapat bersinggungan dengan persoalan integritas dan konflik kepentingan.

Isu tersebut menjadi semakin relevan di tengah berbagai percakapan generasi muda di ruang digital. Fenomena #KaburAjaDulu, misalnya, menjadi salah satu gambaran keresahan anak muda mengenai kesempatan pendidikan, pekerjaan, pengembangan karier, maupun ruang untuk berkarya.

Kasatgas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Dotty Rahmatiasih, menuturkan KPK melihat keresahan tersebut sebagai momentum untuk membuka percakapan yang lebih luas tentang bagaimana membangun lingkungan yang memberikan kesempatan secara adil sekaligus mendorong setiap individu tetap menjaga integritas. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki keberanian untuk mempertanyakan hal-hal yang selama ini dianggap biasa, termasuk ketika berhadapan dengan kesempatan dan keberhasilan.

“Privilege bukan masalah selama diperoleh dan digunakan secara tepat. Yang menjadi persoalan adalah ketika akses atau kedekatan kemudian digunakan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara yang tidak adil. Karena itu, anak muda perlu memiliki keberanian untuk bertanya: apakah ini prestasi, atau ada privilege yang bekerja di baliknya?” ujar Dotty disela-sela acara.

Dotty menambahkan, kemampuan berpikir kritis merupakan bagian penting dari membangun budaya antikorupsi. Terlebih, generasi muda saat ini hidup dalam ekosistem digital yang memungkinkan informasi, opini, dan berbagai fenomena sosial menyebar dengan sangat cepat.

“Kami ingin anak muda tidak sekadar menerima apa yang muncul di media sosial. Mereka perlu membiasakan diri untuk bertanya, memeriksa, dan melihat sebuah persoalan dari berbagai sudut pandang. Sikap kritis seperti inilah yang juga menjadi bagian dari upaya mencegah korupsi,” kata Dotty.

Membawa Isu Korupsi ke Bahasa Anak Muda

Di Samarinda, Andovi dan Jovial Da Lopez bersama Fia hadir sebagai host dan berbincang dengan narasumber kawakan seperti Cing Abdel yang merupakan seorang komedian, presenter, aktor, dan penyiar radio, serta Zainul Arifin seorang content creator dan influencer asal Kalimantan Timur.

Keduanya membahas pengalaman dan pandangan mengenai privilege, kesempatan, kerja keras, serta pencapaian, untuk melihat bagaimana seseorang dapat tetap menjaga integritas ketika memiliki akses atau keistimewaan yang mungkin tidak dimiliki orang lain.

Selain podcast, kegiatan di Samarinda turut menghadirkan kompetisi Stand Up Comedy “Operasi Tangkap Tawa Samarinda” serta berbagai aktivitas hiburan dan kreativitas lainnya. KPK berharap pendekatan tersebut dapat membuat isu antikorupsi lebih mudah diterima dan menjadi bagian dari percakapan anak muda, termasuk di ruang digital.

“Korupsi sering kali tidak dimulai dari sesuatu yang besar. Ia bisa berawal dari pembenaran-pembenaran kecil, seperti menganggap wajar menggunakan koneksi untuk mendapatkan sesuatu, memberikan keistimewaan kepada orang terdekat, atau mengambil kesempatan yang seharusnya menjadi hak orang lain. Karena itu, membangun integritas harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari,” tuturnya.

BenarBenar Podcast Live sendiri merupakan pendekatan kampanye antikorupsi KPK yang dirancang untuk mendekatkan isu integritas dan korupsi dengan kehidupan sehari-hari generasi muda, khususnya Gen Z. Alih-alih menghadirkan pesan antikorupsi dalam format yang formal, KPK hadir melalui podcast, komedi, hingga berbagai aktivitas kreatif yang dekat dengan karakter anak muda.

Dari Samarinda, Berlanjut ke Bandung dan Jakarta

BenarBenar Podcast secara berkala juga tayang melalui kanal YouTube Suara Antikorupsi, dengan mengangkat berbagai isu yang relevan dengan kehidupan generasi muda. Setelah Samarinda, rangkaian BenarBenar Podcast Live akan berlanjut ke Bandung dan Jakarta pada September dan Oktober 2026. Setiap kota akan mengangkat isu dan menghadirkan narasumber yang berbeda sesuai dengan fenomena serta keresahan anak muda di masing-masing wilayah.

Melalui rangkaian tersebut, KPK ingin memastikan kampanye antikorupsi tidak hanya berbicara kepada generasi muda, tetapi juga berbicara dengan bahasa mereka dan membuka ruang bagi anak muda untuk ikut membangun percakapannya.

“Ketika anak muda mulai berani mempertanyakan apakah sebuah keberhasilan lahir dari prestasi atau privilege, pada saat yang sama mereka sedang belajar mengenali pentingnya kesempatan yang adil, proses yang jujur, dan integritas,” tutup Dotty.(www.majalah galang//ras/thio s depari)

Selasa, 01 September 2026

Rehabiltasi Ruang Kelas Baru SD Negeri 4 Sukaslamet Kroya Indramayu Terima Anggaran Pembangunan Rp1,3 Miliar Dari APBN

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Awasi Temuan Catat Laporkan


MAJALAH GALANG -INDRAMAYU JAWA BARAT:Kabar gembira datang untuk dunia pendidikan di Kecamatan Kroya SDN 4 Sukaslamet Desa Sukaslamet Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu mendapatkan bantuan rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah bersumber dari APBN dengan total anggaran Rp 1,3 Miliar.

Bantuan tersebut akan digunakan untuk rehabilitasi Ruang Kelas Baru (RKB), ruang guru, perpustakaan, WC, dan penataan halaman sekolah. Rehabilitasi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan representatif bagi siswa.

Kepala SDN 4 Sukaslamet, Bapak Fujiyanto, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan pemerintah pusat melalui APBN.

“Sukurlah ini mimpi kami selama ini akhirnya terwujud. Dengan anggaran Rp1,3 Miliar dari APBN, fasilitas di SDN 4 Sukaslamet akan jauh lebih baik. Kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah memperhatikan sekolah kami,” ujar Fujiyanto.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Bapak Ismail Subayo mengatakan pihaknya siap mengawal dan mendukung penuh pelaksanaan rehab agar berjalan lancar dan sesuai spesifikasi.

“Ini bentuk nyata perhatian negara kepada pendidikan dasar. Kami komite bersama orang tua siswa akan ikut mengawasi. Harapannya setelah rehab selesai, mutu pendidikan di SDN 4 Sukaslamet semakin meningkat,” kata Ismail Subayo.

Dengan adanya bantuan ini, SDN 4 Sukaslamet optimis dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjadi sekolah rujukan yang nyaman di wilayah Kecamatan Kroya.(majalah galang//ras/penulis:supriyadi)


Senin, 31 Agustus 2026

Sejumlah 40 Siswa SMA Negeri 1 Sukra Diberi Materi Jurnalistik

 

Tampak tengah gambar  Kepala SMA Negeri 1 Sukra Dr Rasto (foto:yadi)

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Pengenalan Teori Dasar Menulis

SORANA.CO.ID-INDRAMAYU JAWA BARAT:Sebanyak 40 siswa SMAN 1 Sukra antusias mengikuti kegiatan sosialisasi jurnalistik yang digelar di aula sekolah. Kegiatan ini menyasar siswa kelas 10, 11, dan 12 yang memiliki minat di bidang kepenulisan dan media.

 Sosialisasi menghadirkan 2 pemateri dari kalangan jurnalis, yaitu Robi Cahyadi dari media online POKUS Pantura dan Alfan Satori dari media online Duta Pantura yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Jurnalistik Indramayu Barat (PJIB).

 Dalam materinya, para pemateri menyampaikan dasar-dasar jurnalistik mulai dari teknik wawancara, cara menulis berita, etika jurnalis, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi yang benar dan bertanggung jawab.

 Kepala SMAN 1 Sukra, Dr. Rasto,  menyambut baik kegiatan tersebut. Beliau menilai sosialisasi jurnalistik sangat penting untuk melatih siswa berpikir kritis, menulis, dan memahami peran pers di era digital.

 "Kami sangat mengapresiasi PJIB dan rekan-rekan media yang sudah berkenan hadir. Ilmu jurnalistik ini akan sangat bermanfaat bagi siswa, baik untuk kegiatan sekolah maupun bekal di masa depan. Semoga bisa lahir jurnalis-jurnalis muda dari SMAN 1 Sukra," ujar Dr. Rasto.

 PJIB, Alfan Satori, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program PJIB untuk menjangkau sekolah-sekolah di wilayah Indramayu Barat. Tujuannya agar siswa memiliki literasi media yang baik dan mampu menjadi agen informasi positif di lingkungan sekolah.

 "Kami ingin siswa tidak hanya jadi pembaca, tapi juga bisa jadi penulis. Dengan jurnalistik, siswa belajar fakta, data, dan berani bersuara dengan cara yang benar," ungkap Alfan Satori.

 Sementara itu, Robi Cahyadi menambahkan bahwa di era sekarang semua orang bisa jadi jurnalis warga. Namun tetap harus berpegang pada kaidah 5W+1H dan kode etik jurnalistik agar informasi yang disampaikan akurat.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan praktik langsung menulis berita singkat oleh para siswa. Pihak sekolah berharap kerja sama dengan PJIB dan media dapat berlanjut, salah satunya dengan membentuk ekstrakurikuler jurnalistik di SMAN 1 Sukra.(majalah galang//ras/penulis:supriyadi

Minggu, 30 Agustus 2026

Pemkab Indramayu Bersama PGRI Perkuat Sinergi Hadapi Era Digital Menuju Generasi Cerdas Harapan Bangsa

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Membangun Generasi Cerdas Harapan Anak Bangsa


MAJALAH GALANG-INDRAMAYU JAWA BARAT:Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian penting dalam mewujudkan kemajuan daerah.


‎Komitmen tersebut disampaikan dalam Pembukaan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Indramayu Masa Bakti XXIII Tahun 2025–2030 dengan tema “Membangun Soliditas dan Profesionalisme Guru untuk PGRI Indramayu Maju Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” di Gedung PGRI Indramayu, Kamis (27/08/2026).

‎Bupati Indramayu Lucky Hakim, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik pada Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Yus Rusmadi, mengatakan guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi perkembangan zaman.

‎“Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga pembimbing, inspirator, pembentuk karakter, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Karena itu, imbuh Yus profesionalisme guru harus didukung dengan lingkungan kerja yang memberikan ruang berkembang, kepastian, penghargaan, serta rasa aman dan nyaman dalam menjalankan tugas.

‎Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, PGRI, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar peningkatan kualitas pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.

‎“Pendidikan adalah pintu masuk untuk mewujudkan Indramayu REANG. Karena itu, mari kita perkuat gotong royong dan kolaborasi untuk menghadirkan pendidikan berkualitas serta masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indramayu,” ujarnya.

‎Sejalan dengan hal tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Indramayu Caridin mengatakan, Konkerkab menjadi momentum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun program kerja yang lebih konkret dan memberikan manfaat bagi guru serta dunia pendidikan.

‎“PGRI akan terus mendorong peningkatan kompetensi guru, memperkuat soliditas organisasi, serta mengawal kesejahteraan dan perlindungan guru,” terangnya.

“Perjuangan ini akan dilakukan melalui dialog, advokasi, dan sinergi yang konstruktif bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan,” ujarnya.

‎Caridin juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak sebagai bagian dari proses pembelajaran.

‎“Yang kita butuhkan bukan banyaknya program, tetapi program yang realistis, terukur, dan memberikan dampak langsung. Mari kita bangun PGRI yang semakin solid, guru yang semakin profesional, dan pendidikan Indramayu yang semakin maju,” katanya.

‎Konkerkab I PGRI Kabupaten Indramayu diikuti pengurus PGRI Kabupaten, Pengurus PGRI Provinsi Jawa Barat, pengurus PGRI cabang dan utusan ranting se-Kabupaten Indramayu, serta perwakilan perangkat kelengkapan organisasi PGRI Kabupaten Indramayu. Konkerkab ini menjadi momentum bagi PGRI untuk mengevaluasi program sekaligus menyusun langkah kerja ke depan dalam mendukung peningkatan kualitas guru dan pendidikan di Kabupaten Indramayu.

‎Selain agenda organisasi, kegiatan juga memberikan ruang bagi UMKM binaan PGRI Cabang se-Kabupaten Indramayu untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada peserta dan masyarakat.(majalahgalang//ras/Penulis Roro Wilis (diskominfo )

Jumat, 28 Agustus 2026

Capaian Kinerja Pemerintahan Bupati Lucky Hakim-Wakil Bupati Syaefudin per Januari-Juli 2026 Menuju Indramayu Reang Bidang Sosial

 

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Gercep Beberes Untuk Sehat

MAJALAHGALANG-INDRAMAYU JAWA BARAT:Langkah kinerja Bupati Indramayu Lucky Hakim beserta Wakil Bupati Indramayu Syaefudin gerak cepat membantu warga yang terlantar di luar negeri.

Kisah nyata yang dialami Pekerja Migran Indonesia atas sikap tegas oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim bidang Bidang Sosial: Sekolah Rakyat berlokasi di Desa Cikawung Kecamatan Terisi, Tahun Ajaran 2026 dengan jumlah peserta didik 370 siswa. Sekolah Rakyat berdiri di lahan kurang lebih 10 hektar, memiliki kapasitas sampai 1.000 siswa

Kisah memilukan dialami seorang pekerja migran Indonesia (PMI) perempuan alias TKW asal Kabupaten Indramayu, Maryam (60 tahun). Ia terlantar di Malaysia dan kini hidup merana di kampung halamannya sendiri.

Salah seorang relawan, Lina, mengatakan, Maryam sebelumnya ditemukan terlantar di Malaysia sebagai pekerja migran ilegal tanpa dokumen resmi maupun pemberi kerja. Atas dasar kemanusiaan, seorang warga Indonesia yang bekerja di Malaysia membantu mengurus seluruh proses kepulangannya ke Tanah Air, termasuk biayanya.

Saat pertama kali tiba di Tanah Air, Maryam dalam kondisi menderita stroke. Ia kemudian diantarkan kepada satu-satunya kerabat yang tersisa, yakni kakaknya yang tinggal di BTN Lama Asrama Haji Indramayu.

“Namun, kondisi kakaknya yang sudah lansia dan mengalami kesulitan ekonomi akhirnya membuat perawatan terhadap Ibu Maryam menjadi sulit dilakukan,” terang Lina, Ahad (1/2/2026).

Lina mengatakan, setelah satu bulan berada di kediaman kakaknya yang terbatas secara ekonomi, kondisi Maryam semakin memburuk. Bahkan, ditemukan luka infeksi parah di beberapa bagian tubuhnya hingga mengeluarkan aroma tidak sedap.

Beruntung, aksi cepat sukarelawan dan bantuan tim medis (bidan desa) berhasil memberikan penanganan luka sehingga kondisi kesehatan Maryam kini mulai membaik. Meskipun demikian, keberlanjutan hidup dan penanganan medis jangka panjang terhadap Maryam masih belum mendapatkan kepastian dari pihak terkait.

Maryam kini tinggal sementara di rumah ketua RT setempat. Ia hidup sebatang kara karena minimnya dukungan keluarga yang mampu secara fisik maupun finansial.

“Kami mengetuk pintu hati pemerintah daerah, instansi terkait, maupun dermawan untuk memberikan penanganan medis berkelanjutan untuk penyakit stroke dan pemulihan luka infeksi terhadap Ibu Maryam,” ucapnya.

Selain Lina, saat ini ada tim dari Jabar Bergerak yang peduli dengan kondisi Maryam untuk pemenuhan kebutuhan dasar sehari-harinya. Namun, Maryam tetap membutuhkan bantuan penanganan kesehatan lebih lanjut.

“Ibu Maryam ini sebatang kara. Butuh kepedulian semua pihak untuk kesembuhannya dan tempat tinggal untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.Sumber: Republika.id-(ras)

 

Rabu, 26 Agustus 2026

Wakil Bupati Indramayu Syaefudin Minta Diperkuat Hilirisasi Beras

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional


MAJALAHGALANG.COM-INDRAMAYU JAWA BARAT:Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Kabupaten Indramayu masa bakti 2023–2028 resmi dilantik. Acara ini berlangsung di Birubhi Cafe and Resto, Sabtu (22/8/2026).

Dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin, didampingi unsur Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah terkait, hingga Ketua TP PKK Kabupaten Indramayu, pelantikan dilakukan oleh Ketua DPD PERPADI Provinsi Jawa Barat yang diwakili Ketua III Bidang Organisasi DPD PERPADI Jawa Barat, H. Fuad.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin mengatakan, keberadaan PERPADI memiliki peran penting dalam memperkuat sektor perberasan, terutama dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.”Jangan sampai daerah yang menjadi salah satu lumbung pangan hanya menjadi pemasok bahan mentah,” katanya.

“Kita harus mampu mengembangkan hilirisasi sektor perberasan, sehingga gabah yang dihasilkan petani dapat diolah secara optimal di daerah dan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Indramayu,” tambahnya.

Syaefudin menambahkan, Pemerintah Kabupaten Indramayu siap memperkuat sinergi dengan PERPADI untuk mendorong industri penggilingan padi yang modern, efisien, dan berdaya saing. Di sisi lain, kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga beras bagi masyarakat juga harus tetap menjadi perhatian.

Sementara itu, Ketua III Bidang Organisasi DPD PERPADI Jawa Barat, H. Fuad, mendorong PERPADI Indramayu untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, petani, masyarakat, serta Perum BULOG. Sinergi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, pengelolaan pascapanen, serta penyerapan hasil produksi petani.

Di tempat yang sama, Ketua DPC PERPADI Indramayu Oktavian Gatra Barbehen Sagala menegaskan, PERPADI tidak hanya berperan sebagai pelaku usaha penggilingan padi dan beras, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.

Gatra juga mendorong modernisasi teknologi penggilingan melalui revitalisasi Rice Milling Unit (RMU) untuk menekan kehilangan hasil panen sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing beras Indramayu.

Dengan kepengurusan baru, DPC PERPADI Indramayu diharapkan semakin berperan sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat sektor perberasan, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, dan mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.Diskominfo Kabupaten Indramayu-(www.majalahgalang//penulis:roro wilis)