Rabu, 04 Februari 2026

Bagaimana Sikap Kinerja Polri Sudah Korban Pencurian Suruh Tangkap Sendiri…?

 


Source foto:royani pane-( https://www.facebook.com/profile.php?id=100092428689839)

SORANA.CO.ID-MEDAN SUMUT:Ragam peristiwa soroti kinerja institusi Polri yangb seharusnhan menjadi dasar untuk berbenah lembaga yang benar benar menjadi aparatur penbegak hokum.Sebaiknya institusi Polri berbenah karena rakyat pencari keadilan miris melihat kinerja kepolisian.



Peristiwa demi kejadian yang di alami pencari keadilan seperti kasus viral baru di tangani cepat,ini kembali peristiwa di Sleman selesai suami kejar jambret jadi tersangka kini di Gedung DPR RI Komisi III selesai perkara.Kini muncul lagi kasus di Medan Kasus Korban Pencurian Harus Tangkap Sendiri….?-(www.sorana.co.id//ras/litsus)

WOW Jare Pak Lucky Bupati REANG Doyan Beberes :Dinas PUPR Indramayu Lihat Dong Rusak Jalan Sukra-Cilandak…?

 DENGGOL Bicara Siapa Dia:WOW Jare Pak Lucky REANG Doyan Beberes



SORANA.CO.ID-INDRAMAYU JAWA BARAT:Tampak dalam  gambar terlihat rusak berat Jalan Sukra – Cilandak Anjatan Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat-Kamis-(5/2/2026).



 Berdasrkan pemantoan di lapangan jalan ini sudah harus jadi skala prioritas Pemkab Indramayu untuk segera perbaikan melalui Dinas PUPR Kabupaten Indramayu.terpantau sudah rusak parah.



Kalau habis turun hujan ini kondisinya lebih parah semoga segera diperbaiki untuk kelancaran transportasi ekonomi masyarakat.



Source:Foto:Sedulur Indramayu Info https://www.facebook.com/groups/829816124814175-(www.sorana.co.id//ras/listus)

 

Tabrak Mengenaskan Pengendara Motor Vega R Tewas Ditabrak Supir Angkot Ugal-ugalan…!

 


Tampak dalam gambar korban tabrak supir angkot Foto:Info Medan Sumut

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Polisi Harus Tindak Tegas

MAJALAHGALANG.COM-BELAWAN MEDAN SUMUT:Suasana di Jalan KL Yos Sudarso, Pekan Labuhan, mendadak mencekam pada Senin sore (2/2/2026). Sebuah kecelakaan lalu lintas fatal terjadi tepat di depan Gudang Bulog Labuhan Deli sekitar pukul 15.30 WIB. Insiden tragis ini merenggut nyawa seorang wanita yang sedang mengendarai sepeda motor, menambah deretan kecelakaan maut di jalur logistik Medan-Belawan tersebut.

Korban diketahui bernama Jentina Siburian, seorang warga yang beralamat di Jalan Rawe VI, Lingkungan VIII, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan. Korban saat itu tengah melaju menggunakan sepeda motor Yamaha Vega R dengan nomor polisi BK 6064 SU sebelum maut menjemput di tengah padatnya arus lalu lintas sore hari.

Menurut informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, kecelakaan ini dipicu oleh aksi tidak bertanggung jawab pengemudi angkutan kota (angkot). Angkot tersebut dilaporkan melaju dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan sebelum akhirnya menghantam sepeda motor yang dikendarai oleh korban dan melarikan diri dari kejadian tersebut.

Benturan yang sangat keras menyebabkan korban terpental dari kendaraannya. Kondisi korban dilaporkan sangat memprihatinkan, di mana Jentina mengalami luka parah di bagian kepala dan mengalami patah kaki yang cukup serius. Akibat luka-luka yang dialaminya, korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Saksi di lokasi menyebutkan bahwa angkot tersebut tampak sedang terburu-buru dan melakukan manuver berbahaya di jalur yang sering dilintasi kendaraan berat. “Angkotnya kencang sekali, ugal-ugalan salip sana-sini sampai akhirnya menabrak ibu itu dan dia melarikan diri,” ujar salah seorang warga yang melihat kejadian tersebut dengan nada geram.

Warga sekitar yang melihat kejadian langsung berlarian mencoba memberikan pertolongan, namun kondisi Jentina sudah tidak bernyawa dengan darah yang mengucur deras di aspal. Arus lalu lintas di Jalan KL Yos Sudarso sempat mengalami kemacetan panjang karena banyaknya pengendara yang memperlambat laju kendaraan untuk melihat proses evakuasi.

Sepeda motor Vega R milik korban tampak mengalami kerusakan di bagian bodi akibat hantaman keras dari angkot tersebut. Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Pelabuhan Belawan segera tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengamankan kendaraan yang terlibat guna penyelidikan lebih lanjut.

Identitas sopir angkot yang diduga menjadi penyebab kecelakaan saat ini tengah dalam penelusuran lokasi oleh pihak berwajib. Warga mendesak agar kepolisian menindak tegas sopir-sopir angkot yang kerap mengabaikan keselamatan pengguna jalan lain demi mengejar setoran, terutama di jalur rawan seperti Labuhan Deli.

Jenazah Jentina Siburian kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga melalui kakak korban di Kelurahan Tangkahan untuk proses persemayaman. Isak tangis keluarga pecah saat mendengar kabar bahwa Jentina meninggal dunia dalam perjalanan pulang dengan cara yang tragis.

Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi pihak berwenang untuk lebih memperketat pengawasan terhadap angkutan umum di wilayah Medan Labuhan. Jalur KL Yos Sudarso yang merupakan urat nadi menuju pelabuhan seharusnya mendapatkan perhatian ekstra agar aksi ugal-ugalan sopir angkot tidak terus memakan korban jiwa di masa mendatang.Source INFO MEDAN SUMUT https://www.facebook.com/groups/570425573885035-(www.majalahgalang.com/ras/litsus)

 

Komisi III DPRD Soroti Minimnya Anggaran Rutilahu Dan Validitas Data Perumahan Di Majalengka

 


Ketua Komisi III DPRD Majalengka Iing Misbahudin (Foto: Eko)

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Pemkab Harus Gercep Rutilahu Masih Dibutuhkan Rakyat

MAJALAHGALANG.COM-MAJALENGKA JAWA  BARAT: Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) untuk membahas Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2026. Rapat tersebut dihadiri lengkap oleh jajaran Dinas Perkimtan, mulai dari Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, hingga para kepala bidang.

Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahudin, menjelaskan bahwa RDP tersebut sejatinya dijadwalkan pada bulan sebelumnya, namun baru dapat dilaksanakan pada bulan ini.

Agenda utama rapat difokuskan pada pemaparan program dan kegiatan Dinas Perkimtan yang akan dijalankan pada tahun 202.“Yang pertama kita bahas adalah DPA tahun 2026, kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan oleh Dinas Perkimtan,” ujar H. Iing.Rabu (4/2/2026)

 Rutilahu Jadi Sorotan Utama

Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian Komisi III adalah program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Berdasarkan pemaparan dinas, alokasi anggaran Rutilahu yang bersumber dari APBD Kabupaten Majalengka pada tahun anggaran berjalan hanya mencakup 35 unit rumah.

“Padahal data Rutilahu yang dimiliki Dinas Perkimtan itu kurang lebih mencapai 13.500 rumah di seluruh Kabupaten Majalengka. Jadi kalau hanya dianggarkan 35 rumah, ini sangat jauh dari kebutuhan riil,” tegas H. Iing.

Dari 35 unit tersebut, alokasi dibagi menjadi 25 unit reguler dan 10 unit untuk korban bencana. Kondisi ini dinilai Komisi III sangat tidak sebanding dengan besarnya backlog perumahan tidak layak huni di Majalengka.

Program BSPS: Alokasi 1.000, Terserap 955

Selain Rutilahu APBD, Komisi III juga menyoroti pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR. Pada tahun ini, Kabupaten Majalengka memperoleh alokasi 1.000 unit rumah, namun yang berhasil diverifikasi hanya 955 unit.

Artinya, terdapat kehilangan kuota (loss) sebanyak 45 unit rumah.“Ini jelas loss. Dari target 1.000, yang terverifikasi hanya 955. Padahal 45 rumah ini setara hampir dua kali anggaran Rutilahu reguler APBD kita dalam satu tahun,” kata H. Iing.

Ia mengungkapkan bahwa Dinas Perkimtan sebenarnya telah mengunggah sekitar 3.000–4.000 data calon penerima ke sistem kementerian. Namun karena proses verifikasi dilakukan secara daring dan dibatasi oleh waktu, tidak seluruh kuota dapat terserap.

Dorong Perbaikan Sistem Data dan Koordinasi Desa

Komisi III menilai persoalan utama terletak pada validitas dan manajemen basis data perumahan. H. Iing menegaskan perlunya pembenahan sistem pendataan sejak dini, terutama dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan desa.

“Kami tekankan kepada dinas agar dari sekarang menyiapkan data sebaik mungkin, dikoordinasikan dengan kecamatan dan desa. Jangan sampai kejadian loss seperti ini terulang pada periode berikutnya,” ujarnya.

Komisi III juga menyoroti potensi tumpang tindih penerima manfaat, mengingat selain BSPS dan Rutilahu APBD, terdapat pula program bantuan perumahan dari desa sebesar Rp100 juta per desa untuk lima unit rumah, serta kontribusi dari pihak lain seperti BAZNAS.“Ada kemungkinan penerima manfaat double. Ini yang harus diverifikasi betul-betul. Dinas Perkimtan harus mengawal meskipun anggarannya bukan di dinas,” tegasnya.

Desak Basis Data Terpadu Perumahan

Menurut H. Iing, tanpa basis data yang terpadu dan mutakhir, pemerintah daerah akan kesulitan mengukur capaian pengurangan Rutilahu setiap tahunnya.“Kalau kita tidak punya basis data yang jelas, kita tidak tahu berapa sebenarnya yang berkurang, berapa yang masih tersisa. Ini harus diverifikasi lintas program dan lintas lembaga,” katanya.

Komisi III pun mendorong Dinas Perkimtan untuk segera membangun sistem data perumahan yang komprehensif, mencontoh daerah lain seperti Kabupaten Sumedang yang dinilai telah memiliki basis data lebih baik.

Tekankan Kualitas Pekerjaan Tahun 2026

Di akhir RDP, Komisi III menegaskan komitmennya untuk mengawal kualitas pelaksanaan program Dinas Perkimtan pada tahun 2026. H. Iing menekankan bahwa dinas tidak hanya berperan sebagai pelaksana, tetapi juga harus menjadi penjamin mutu pekerjaan.

“Pekerjaan Perkimtan ini sifatnya pelayanan langsung ke masyarakat, seperti jalan lingkungan, air bersih, dan Rutilahu. Kami tekankan agar tahun 2026 dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai muncul lagi penilaian di lapangan bahwa pekerjaannya asal-asalan,” pungkasnya.(www.majalahgalang.com//ras/@ eko)

Selasa, 03 Februari 2026

Kadis Parawisata Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa 66 Karya Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Resmi Lindungi Identitas Tahun 2026

 



DENGGOL Bicara Siapa Dia: peluang promosi daerah dan penguatan ekonomi budaya

MAJALAHGALANG.COM-KOTA BANDUNG JAWA BARAT:Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan 66 karya budaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda tingkat provinsi untuk melindungi identitas budaya masyarakat dan menjamin keberlanjutan tradisi lokal pada 2026 (3/2/2026).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan mengumumkan penetapan tersebut bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa.

Penetapan dilakukan setelah proses sidang kurasi terhadap 87 usulan karya budaya yang diajukan kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

Sidang penetapan dilaksanakan di Purwakarta dan Cirebon pada Agustus hingga Oktober 2025 dengan melibatkan tim ahli budaya.

Iendra Sofyan menyatakan penetapan Warisan Budaya Tak Benda memberi perlindungan hukum sekaligus pengakuan negara terhadap karya budaya masyarakat daerah.

“Kami mengapresiasi kabupaten dan kota yang aktif mengusulkan karya budaya. Selanjutnya 66 karya budaya ini akan diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia,” ujar Iendra.

Dari total 66 karya budaya, sebanyak 25 masuk kategori Kemahiran dan Kerajinan Tradisional yang menopang ekonomi pelaku budaya lokal.

Sebanyak 19 karya berada pada domain Adat Istiadat, Ritus, dan Perayaan yang memperkuat nilai sosial serta kohesi masyarakat.

Sebanyak 10 karya tercatat sebagai Tradisi dan Ekspresi Lisan yang menjaga bahasa serta pengetahuan lokal lintas generasi.

Sebanyak 10 karya termasuk Seni Pertunjukan yang membuka ruang ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya.

Sebanyak dua karya masuk kategori Pengetahuan dan Kebiasaan Perilaku mengenai Alam Semesta yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat.

Penetapan Warisan Budaya Tak Benda ini memberi manfaat langsung bagi warga melalui perlindungan tradisi, peluang promosi daerah, dan penguatan ekonomi budaya.

Pengakuan resmi juga menjadi dasar pembinaan, pendanaan, dan promosi budaya secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah.Source https://www.jabarprov.go.id/Rep pun/bhf-Editor: Bayu-(www.majalahgalang.com//ras/rewi)

 

Senin, 02 Februari 2026

HUT Gerindra Ke-18 : Legislator H Jefry Ramdhani Turun ke Pamanukan Menyapa Warga Di Tengah Sisa Banjir



Legislator H Jefry Ramdhani (tengah, berkaos hitam) turun langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir di Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan.(Foto:Eko)

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Pantau Langsung Di Lapangan

MAJALAHGALANG.COM-SUBANG JAWA BARAT: Sisa lumpur masih menempel di lantai rumah-rumah warga Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, ketika bantuan kemanusiaan datang, Sabtu lalu. Karung dan plastik berisi kebutuhan pokok disusun rapi di teras bangunan warga, menandai dimulainya distribusi bantuan bagi korban banjir Pantura Subang.

Bantuan itu disalurkan Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kabupaten Subang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 partai tersebut. Desa Mulyasari dipilih karena menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat luapan air yang merendam permukiman dan memaksa warga bertahan dalam kondisi darurat selama beberapa hari.


HUT Gerindra ke-18 : Legislator H Jefry Ramdhani Turun ke Pamanukan Menyapa Warga di Tengah Sisa Banjir-(foto:eko)

Di antara warga yang duduk berdesakan menunggu giliran menerima bantuan, H. Jefry Ramdhani, legislator sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Subang, tampak ikut menyapa dan menyerahkan paket kebutuhan pokok secara langsung. Ia menyebut, kehadiran partai di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang tidak terpisahkan dari kerja politik.

“Arahan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, jelas: kader harus hadir di tengah masyarakat, terutama saat mereka sedang kesulitan,” kata Jefry.Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar isi paket sembako. Seorang ibu rumah tangga mengaku terbantu karena persediaan pangan keluarga menipis setelah banjir merendam dapur dan perabot rumah. “Yang penting sekarang bisa makan dulu sambil beres-beres rumah,” ujarnya singkat.Senin (2/2/2026)

Jefry mengatakan, peringatan ulang tahun partai dimaknai sebagai momentum untuk menegaskan kedekatan dengan masyarakat. Menurut dia, kerja-kerja kemanusiaan menjadi pengingat bahwa politik seharusnya hadir dalam bentuk tindakan nyata, bukan sekadar janji.

Warga berharap perhatian terhadap korban banjir tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Pemulihan ekonomi dan perbaikan lingkungan, kata mereka, masih menjadi pekerjaan panjang setelah air surut dan lumpur mengering. (www.majalahgalng.com//ras/@ eko)

Bupati Majalengka Eman Suherman Dukung Arahan Prabowo Gunakan Atap Genting Hidupkan Ekonomi Rakyat

 


DENGGOL Bicara Siapa Dia:Upaya Pemberdayaan Ekonomi Rakyat

MAJALAHGALANG.COM- MAJALENGKA JAWA BARAT: Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mendukung arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penggunaan atap genting pada bangunan, khususnya gedung pemerintahan dan fasilitas publik.

Hal itu disampaikan Eman usai menghadiri Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah yang dibuka langsung Presiden Prabowo Subianto di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026). Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui program Majalengka Langkung SAE.

 “Penggunaan atap genting bukan hanya soal konstruksi, tapi juga keberpihakan kepada ekonomi rakyat. Ini selaras dengan semangat Majalengka Langkung SAE,” ujar Eman dalam keterangannya.

 Ia menyebut, Majalengka memiliki potensi industri genting rakyat yang cukup besar dan tersebar di sejumlah kecamatan. Karena itu, Pemkab akan mendorong penggunaan genting lokal pada pembangunan gedung pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga infrastruktur publik lainnya.

 Menurut Eman, selain ramah lingkungan dan sesuai dengan karakter iklim daerah, genting juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.“Ini bentuk dukungan nyata terhadap produk lokal. Kita ingin pembangunan yang dilakukan pemerintah juga memberi dampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

 Eman menegaskan, implementasi kebijakan tersebut akan disinergikan dengan perencanaan pembangunan daerah agar sejalan dengan visi dan misi Majalengka Langkung SAE sebagai fondasi pembangunan Majalengka ke depan.

 Sebagai informasi, Kabupaten Majalengka sejak lama dikenal memiliki dua ikon kuat, yakni kecap Majalengka dan genting Jatiwangi. Genting Jatiwangi bukan hanya produk bangunan, tetapi juga warisan budaya dan sumber penghidupan masyarakat secara turun-temurun.

 Pada era 1980-an hingga awal 2000-an, industri genting Jatiwangi sempat berjaya dengan ratusan pabrik yang memasarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia hingga ke luar negeri. Namun, seiring perkembangan kawasan industri dan perubahan minat generasi muda, jumlah pabrik genting kini terus menurun.

 Pemkab Majalengka berharap, sinergi kebijakan pusat dan daerah dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali industri genting rakyat sekaligus memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.(www.sorana.co.id//ras/@ beko)