Legislator H Jefry Ramdhani (tengah, berkaos hitam) turun langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir di Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan.(Foto:Eko)
DENGGOL Bicara Siapa Dia:Pantau Langsung Di Lapangan
MAJALAHGALANG.COM-SUBANG JAWA BARAT: Sisa lumpur masih menempel di lantai rumah-rumah warga Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, ketika bantuan kemanusiaan datang, Sabtu lalu. Karung dan plastik berisi kebutuhan pokok disusun rapi di teras bangunan warga, menandai dimulainya distribusi bantuan bagi korban banjir Pantura Subang.
Bantuan itu disalurkan Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kabupaten Subang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 partai tersebut. Desa Mulyasari dipilih karena menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat luapan air yang merendam permukiman dan memaksa warga bertahan dalam kondisi darurat selama beberapa hari.
HUT Gerindra ke-18 : Legislator H Jefry Ramdhani Turun ke Pamanukan Menyapa Warga di Tengah Sisa Banjir-(foto:eko)
Di antara warga yang duduk berdesakan menunggu giliran menerima bantuan, H. Jefry Ramdhani, legislator sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Subang, tampak ikut menyapa dan menyerahkan paket kebutuhan pokok secara langsung. Ia menyebut, kehadiran partai di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang tidak terpisahkan dari kerja politik.
“Arahan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, jelas: kader harus hadir di tengah masyarakat, terutama saat mereka sedang kesulitan,” kata Jefry.Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar isi paket sembako. Seorang ibu rumah tangga mengaku terbantu karena persediaan pangan keluarga menipis setelah banjir merendam dapur dan perabot rumah. “Yang penting sekarang bisa makan dulu sambil beres-beres rumah,” ujarnya singkat.Senin (2/2/2026)
Jefry mengatakan, peringatan ulang tahun partai dimaknai sebagai momentum untuk menegaskan kedekatan dengan masyarakat. Menurut dia, kerja-kerja kemanusiaan menjadi pengingat bahwa politik seharusnya hadir dalam bentuk tindakan nyata, bukan sekadar janji.
Warga berharap perhatian terhadap korban banjir tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Pemulihan ekonomi dan perbaikan lingkungan, kata mereka, masih menjadi pekerjaan panjang setelah air surut dan lumpur mengering. (www.majalahgalng.com//ras/@ eko)