Kamis, 18 Juni 2026

H Baya Dorong Hajat Bumi Jagabaya Jadi Agenda Wisata Dari Ziarah Hingga Tayub Semua Ada

Larut Dalam Seni Tayub, H Baya Melebur Budaya. (Foto: Eko Widiantoro)


DENGGOL Bicara Siapa Dia:Budaya Dan Tradisi Daerah Warisan Leluhur

MAJALAHGALNG.COM-CIAMIS JAWA BARAT :Tradisi Hajat Bumi di Kampung Jagabaya, Desa Jagabaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, kembali digelar pada Kamis (18/6/2026). Lebih dari sekadar ritual tahunan menyambut bulan Muharram, kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga warisan leluhur sekaligus mengenalkan potensi desa kepada publik.

Suasana semakin meriah dengan hadirnya Ketua Komite Ekraf Kabupaten Majalengka, H. Baya. Putra asli Panawangan itu bahkan ikut menari bersama para seniman dalam pentas Seni Tayub yang menjadi penutup rangkaian Hajat Bumi.

1. Tradisi syukur yang diwariskan turun-temurun

Rangkaian Hajat Bumi diawali dengan penyembelihan kambing kendit sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen dan rezeki yang diterima masyarakat selama setahun terakhir. Daging kambing kemudian dimasak dan disantap bersama sebagai lambang kebersamaan.

Setelah itu, warga melaksanakan Shalat Hajat dan Sujud Syukur di Masjid Miftahul Huda, dilanjutkan ziarah ke Makom Keramat Jagabaya yang diyakini sebagai petilasan leluhur sekaligus tokoh penyebar agama Islam di wilayah tersebut. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi identitas masyarakat Jagabaya.

2. Sejarah kampung dan Tayub jadi daya tarik budaya

Usai ziarah, masyarakat berkumpul di Balai Desa untuk mengikuti sedekah bumi dan pembacaan sejarah Kampung Jagabaya oleh para sesepuh. Momen tersebut menjadi sarana mengenalkan asal-usul desa sekaligus menanamkan nilai budaya kepada generasi muda.

Puncak acara ditandai dengan pentas Seni Tayub yang membawakan tiga lagu wajib, yakni Titipati, Golewang, dan Raja Pulang. Antusiasme warga semakin terasa ketika H. Baya ikut naik ke arena dan menari bersama para pelaku seni.

3. H. Baya ingin Hajat Bumi jadi agenda wisata unggulan

Menurut H. Baya, Hajat Bumi memiliki nilai budaya yang sangat kuat sehingga layak dikembangkan sebagai agenda wisata tahunan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Hajat Bumi bukan hanya tradisi syukuran, tetapi identitas masyarakat yang menyimpan sejarah, nilai spiritual, dan semangat gotong royong. Potensi seperti ini harus terus dijaga dan dipromosikan,” ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan Hajat Bumi ke depan tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi etalase produk unggulan desa.

“Saya ingin ke depan ada pameran hasil pertanian, beras organik, hasil kebun, hingga kerajinan tangan masyarakat. Wisatawan datang menikmati budaya sekaligus membeli produk lokal sehingga ekonomi kreatif desa ikut tumbuh,” katanya.

H. Baya menilai Desa Jagabaya memiliki modal besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya karena masih mempertahankan tradisi leluhur yang berpadu dengan potensi pertanian dan sumber daya masyarakat.

“Dengan budaya yang tetap hidup, tanah yang subur, dan masyarakat yang kompak, Jagabaya bisa menjadi contoh bagaimana tradisi mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah,” tuturnya.

Perpaduan ritual adat, wisata religi, pembacaan sejarah, hingga pentas Tayub membuat Hajat Bumi tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya yang berpotensi menarik wisatawan dari berbagai daerah.(www.majalahgalang.com//ras/@eko)

Senin, 15 Juni 2026

Kang Sholihin GRI Jadikan Kasus Tuper DPRD Indramayu Bahan Evaluasi: “Ini Drama Hak Interpelasi Yang Tumpul”

 DENGGOL Bicara Siapa Dia:Wakil Rakyat Wong Dermayu….!


MAJALAHGALANG.COM-INDRAMAYU : Kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD Kabupaten Indramayu senilai Rp18 miliar dinilai sebagai bahan evaluasi penting bagi publik. Penilaian itu disampaikan Kang Sholihin, Ketua Gerakan Rakyat Indramayu GRI, melalui pesan di grup WhatsApp.

Menurut Kang Sholihin, kasus ini tidak bisa dilepaskan dari situasi “drama hak interpelasi DPRD” yang berlangsung tajam dan keras pada periode sebelumnya. Ia menyoroti, upaya DPRD saat itu berhenti di tengah jalan.

‎”Sebagai bahan evaluasi untuk mengingatkan kita semua, ini kasus tidak bisa lepas dalam situasi drama hak interpelasi DPRD yang begitu tajam keras tapi akhirnya berhenti tumpul dan tidak punya taring,” tulis Kang Sholihin.

‎Ia menyebut, publik Indramayu saat itu berharap besar agar DPRD menggunakan hak interpelasi dan melanjutkannya ke hak angket terhadap Bupati Nina Agustina. Namun menurutnya, proses itu tidak berlanjut.

‎”Padahal rakyat Indramayu berharap besar agar DPRD pada waktu itu menggunakan haknya untuk interpelasi dan melanjutkan ke hak angket terhadap Bupati Nina, tapi apa yang terjadi malah justru kabur dan tidak berlanjut,” ujarnya.‎*Soroti Tuper “Fantastis”, mencederai rasa keadilan publik dan Dugaan Permufakatan Jahat*

‎Kang Sholihin kemudian menyoroti munculnya tunjangan perumahan dengan nilai yang ia sebut “fantastis, tidak rasional, mencedrai rasa keadilan publik dan tidak sesuai peraturan perundang-undangan”.

‎”Tidak ada hujan tidak ada angin muncul tunjangan perumahan yang nilainya fantastis, tidak rasional dan tidak sesuai nilai besarnya dengan peraturan dan perundang-undangan,” tulisnya.

‎Dari situasi itu, ia menduga ada permufakatan jahat antara eksekutif dan legislatif.‎”Di sini disinyalir ada permufakatan jahat anasir-anasir jahat antara eksekutif dan legislatif DPRD Indramayu. Jadi DPRD ikut serta dan bersama-sama melakukan perbuatan yang melawan hukum,” katanya.

‎*Desak Hukum Tegak Tanpa Pandang Bulu*‎Kang Sholihin meyakini penyidikan Kejati Jabar tidak akan berhenti di DPRD. Ia memprediksi Bupati Indramayu juga akan terseret karena menandatangani peraturan bupati terkait tuper.

‎”Jadi tunggu saja, saya haqul yakin nanti bukan hanya DPRD yang juga diterapkan tersangka tapi juga Bupati Eksekutif yang menandatangani Perbub yang tidak sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

‎Ia menutup pernyataannya dengan desakan agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.‎”Kita kawal semua, siapa pun perampok uang rakyat dengan modus dan berlindung di kebijakan tetap harus diadili tanpa pandang bulu. Hukum harus tegak dan berdiri di atas kebenaran dan keadilan,” pungkas Kang Sholihin.

‎Catatan redaksi: Pernyataan di atas merupakan pendapat Kang Sholihin selaku Ketua GRI yang dikutip dari grup WhatsApp. Status hukum para pihak yang disebut masih tersangka dan berlaku asas praduga tak bersalah hingga ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. (www.majalahgalang.com/ras/rid)

Selasa, 09 Juni 2026

Menteri PKP Maruarar Sirait Laporan Program Bedah Rumah Dan Rumah Subsididi Di Istana Merdeka

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Bantu Untuk Rakyat Sejahtera


MAJALAHGALANG.COM-JAKARTA:Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (09/06/2026) sore. Turut hadir bersama Menteri Maruarar yakni Presiden Direktur Standard Chartered Indonesia Rino Santodiono Donosepoetro.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Kepala Negara menerima laporan mengenai perkembangan sejumlah program prioritas di sektor perumahan yang bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat serta memperluas akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau.

Seskab menyampaikan bahwa Menteri Maruarar melaporkan kepada Presiden Prabowo terkait perkembangan pelaksanaan Program Bedah Rumah yang menargetkan perbaikan 400 ribu unit rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni yang aman dan nyaman bagi masyarakat di berbagai daerah.

“Perkembangan pelaksanaan Program Bedah Rumah yang menargetkan perbaikan 400 ribu unit rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni yang aman dan nyaman bagi masyarakat di berbagai daerah,” ujar Seskab.

Selain itu, Seskab menyebut bahwa Menteri Maruarar juga menyampaikan kemajuan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi.

“Kemajuan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, sebagai bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah, yang saat ini telah memasuki tahapan land clearing dan groundbreaking,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Seskab menjelaskan bahwa Menteri Maruarar turut melaporkan rencana penambahan Program Bedah Rumah pada tahun 2027 guna memperluas jangkauan manfaat program bagi masyarakat yang membutuhkan. Seskab menyebut bahwa Presiden Prabowo telah memberikan persetujuan terhadap rencana tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Seskab menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong pelaksanaan program-program prioritas di sektor perumahan, termasuk pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pembangunan rumah susun, penataan kawasan kumuh, serta pengembangan skema pembiayaan perumahan yang semakin mudah diakses oleh masyarakat.

“Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.Source https://www.setneg.go.id/-BPMI Setpres-(www.majalahgalang.com//ras/rewi)


Tokoh Nasional Asal Sukamulya Indramayu Dukung Program Sosial IKRAMA Al Muhajirin

DENGGOL Bicara Siapa Dia:generasi muda memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa


MAJALAHGALANG.COM-INDRAMAYU JAWA BARAT:Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Ikatan Remaja Masjid (IKRAMA) Al Mujahirin Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, melakukan kunjungan silaturahmi kepada tokoh nasional asal Desa Sukamulya, H. Mulyadi, S.E., di kediamannya, Minggu (7/6/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain mempererat tali silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi bagian dari upaya IKRAMA Al Mujahirin untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan tokoh masyarakat menjelang pelaksanaan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Dalam sambutannya, H. Mulyadi, S.E. menyambut baik kehadiran para pengurus dan anggota IKRAMA Al Mujahirin. Ia mengapresiasi semangat para pemuda yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di lingkungan Desa Sukamulya.

“Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk terus dijaga. Saya berharap para pemuda yang tergabung dalam IKRAMA dapat terus berkontribusi positif bagi masyarakat, menjadi teladan, serta menjaga nilai-nilai keislaman dan kebersamaan di lingkungan,” ujar H. Mulyadi.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa dan kehidupan bermasyarakat. Karena itu, semangat belajar, kepedulian sosial, serta komitmen untuk menjaga persatuan dan kebersamaan harus terus ditanamkan.

Sementara itu, Ketua IKRAMA Al Mujahirin, Hengki, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh H. Mulyadi beserta keluarga. Ia mengatakan, kunjungan tersebut sekaligus untuk menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan IKRAMA dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk bersilaturahmi. Pak Mulyadi merupakan sosok yang peduli terhadap lingkungan, masyarakat, dan generasi muda. Kehadiran serta dukungan beliau menjadi motivasi bagi kami untuk terus bergerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” Ucap Hengki.

Ia menjelaskan, dalam rangka memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah, IKRAMA Al Mujahirin berencana menggelar sejumlah kegiatan sosial dan keagamaan, di antaranya santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa, serta berbagai kegiatan sosial lainnya yang melibatkan masyarakat Desa Sukamulya.

Menurut Hengki, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemuda masjid terhadap sesama sekaligus upaya menumbuhkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Dukungan dan support yang diberikan oleh H. Mulyadi terhadap berbagai kegiatan kepemudaan dan sosial keagamaan menjadi bukti nyata kepeduliannya sebagai tokoh nasional asli Desa Sukamulya. Perhatian tersebut diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus berkarya, berkontribusi, dan mengambil peran positif dalam pembangunan masyarakat.

Kegiatan silaturahmi diakhiri dengan ramah tamah, diskusi, serta doa bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara generasi muda dan tokoh masyarakat dapat terus terjalin sehingga mampu mendukung berbagai program sosial dan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.(www.majalahgalang.com//ras/roso)


Jumat, 05 Juni 2026

Indramayu Buka Kawasan Industri Investasi Dan Penyerapan Tenaga Kerja Di PT Free View Internasional

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Buka Peluang Kesempatan Kerja


MAJALAHGALANG.COM-INDRAMAYU JAWA BARAT:Pembangunan daerah harus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, investor, akademisi, media, dan masyarakat atau yang dikenal dengan Pentahelix. Hal itu dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat.


‎Demikian disampaikan Bupati Indramayu Lucky Hakim saat melakukan kunjungan kerja ke PT. Free View Internasional. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mendorong pertumbuhan investasi sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat, pada Selasa (2/6/26).

‎Dalam kesempatan itu, Bupati Lucky Hakim menegaskan, Kabupaten Indramayu memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kawasan industri tanpa mengabaikan sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama daerah.

‎Menurutnya, Indramayu memiliki sumber daya alam yang melimpah serta kawasan industri yang cukup luas, mencapai sekitar 14 ribu hektare. Namun demikian, ujarnya, pengembangan industri harus tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlangsungan lahan pertanian guna mempertahankan ketahanan pangan.

‎Bupati Lucky juga menjelaskan, masyarakat Indramayu dikenal sebagai pekerja keras. Selama ini banyak warga yang bekerja hingga ke luar negeri sebagai pekerja migran.

Namun di sisi lain, katanya, kondisi tersebut sering kali membuat keluarga harus terpisah dalam waktu yang lama.

‎Karenanya, lanjut Bupati Lucky, kehadiran industri yang mampu menyerap tenaga kerja lokal, dinilai menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja di daerah sendiri.

‎“Tadi kami mendapat informasi, tahun depan kebutuhan tenaga kerja bisa mencapai sekitar 20 ribu orang. Tentu ini akan memberikan dampak besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Kami berharap perusahaan terus berkembang dan tetap memperhatikan kesejahteraan para pekerja,” ujarnya.

‎Usai berdialog dengan jajaran manajemen perusahaan, Bupati Lucky Hakim bersama direksi PT Free View Internasional meninjau langsung area produksi. Pada kesempatan tersebut, Bupati Lucky Hakim melihat proses pembuatan komponen sepatu serta berdialog dengan sejumlah karyawan mengenai tugas dan aktivitas mereka sehari-hari.

Di tempat yang sama, ‎Pengawas Produksi PT. Free View Internasional, Elis Fatimah, menjelaskan, para karyawan baru saat ini masih menjalani masa pelatihan selama tiga bulan sebelum ditetapkan sebagai karyawan tetap.

Menurutnya, saat ini jumlah tenaga kerja yang aktif di perusahaan tersebut mencapai 107 orang, termasuk para pengawas produksi.

‎“Dalam proses pelatihan, mereka mempelajari tiga tahapan utama penjahitan komponen sepatu. Sejauh ini perkembangan mereka cukup baik dan sudah mengenal berbagai jenis komponen yang dikerjakan. Jika memenuhi standar kinerja dan disiplin, mereka dapat diangkat menjadi karyawan tetap,” jelasnya.

‎Sementara itu, salah seorang karyawan PT Free View Internasional, Euis, warga Desa Sanca, Kecamatan Gantar, mengaku baru bergabung sejak Mei 2026. Euis merasa bersyukur dapat menjadi bagian dari perusahaan tersebut karena selain memperoleh pekerjaan, dirinya juga memiliki kesempatan untuk menambah pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta membangun kedisiplinan dalam bekerja.

‎Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap investasi yang masuk ke daerah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.Diskominfo Indramayu -rw,-( www.majalahgalang.com//ras/penulis:roro wilis)

Sabtu, 30 Mei 2026

Aktivis 98 Soroti Arah Demokrasi Di Hari Lahir Pancasila: Jangan Jadikan Ideologi Bangsa Alat Kekuasaan

Uyun Saeful Yunus, aktivis 98 dalam sebuah orasi beberapa tahun lalu. (Foto: Eko)

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Bukti Tetesan Darah Merah Reformasi Bangsa

MAJALAHGALANG.COMMAJALENGKA JAWA BARAT. Momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni dinilai perlu menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk meninjau kembali bagaimana nilai-nilai dasar negara dijalankan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Aktivis 98 Jakarta, Uyun Saeful Yunus, menilai Pancasila tidak boleh dipahami hanya sebagai simbol atau slogan politik yang digunakan sesuai kepentingan penguasa. Menurutnya, Pancasila merupakan fondasi utama yang harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan dan praktik penyelenggaraan negara.

“Pancasila bukan sekadar simbol. Ia adalah dasar falsafah negara yang harus menjadi pedoman dalam seluruh aspek kehidupan nasional,” kata Uyun dalam tulisan refleksinya menyambut Hari Lahir Pancasila, Sabtu (30/5/2026).

Uyun menjelaskan, lima sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial menjadi landasan filosofis sekaligus moral bagi kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk.

Ia mengingatkan bahwa lahirnya Pancasila merupakan hasil pergulatan pemikiran para pendiri bangsa yang berusaha mencari titik temu di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa di Indonesia.

Menurut Uyun, sejarah telah menunjukkan bahwa Pancasila menjadi ideologi yang mampu menjaga persatuan bangsa sekaligus memberikan ruang bagi berkembangnya kehidupan demokrasi yang menghormati hak-hak seluruh warga negara.

Namun demikian, implementasi nilai-nilai Pancasila dalam perjalanan bangsa tidak selalu berjalan ideal.

Uyun menyinggung pengalaman masa Orde Baru yang menurutnya menunjukkan bagaimana Pancasila pernah direduksi menjadi instrumen legitimasi kekuasaan. Pada masa itu, kritik terhadap pemerintah sering dipandang sebagai ancaman terhadap stabilitas negara, sementara ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat mengalami pembatasan.

“Pancasila ketika itu lebih banyak dijalankan secara formalistik melalui berbagai program indoktrinasi, sementara praktik penyelenggaraan negara sering kali tidak sejalan dengan nilai-nilai yang dikandungnya,” ujarnya.

Ia menilai Reformasi 1998 menjadi titik balik penting yang membuka ruang demokrasi lebih luas. Kebebasan pers, kebebasan berorganisasi, serta partisipasi publik berkembang pesat setelah tumbangnya rezim Orde Baru.

Meski demikian, Uyun mengaku melihat sejumlah gejala yang perlu menjadi perhatian bersama dalam perjalanan demokrasi Indonesia saat ini.

Ia mencontohkan sejumlah program pemerintah yang dinilai sebagian kalangan masih menggunakan pendekatan dari atas ke bawah atau top-down, sehingga dinilai belum sepenuhnya memberikan ruang partisipasi publik yang memadai.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, menurut dia perlu dievaluasi secara menyeluruh, baik dari aspek pembiayaan maupun pelaksanaannya di lapangan. Hal serupa juga disampaikannya terkait pembentukan Koperasi Merah Putih yang menurutnya perlu lebih menonjolkan prinsip koperasi sebagai gerakan ekonomi yang lahir dari kebutuhan masyarakat.Selain itu, Uyun juga menyoroti meningkatnya keterlibatan TNI dalam sejumlah urusan sipil.

Menurutnya, TNI memiliki fungsi utama sebagai alat pertahanan negara yang bertugas menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia. Karena itu, keterlibatan yang terlalu jauh dalam urusan sipil berpotensi memunculkan persepsi adanya perluasan peran militer di luar tugas pokoknya.

“Jika tidak diimbangi dengan kontrol demokratis yang kuat, kondisi ini dapat memunculkan kekhawatiran terhadap menguatnya kembali pola sentralisasi kekuasaan,” katanya.Karena itu, ia mengajak seluruh penyelenggara negara menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat demokrasi dan memastikan setiap kebijakan berpijak pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Menurut Uyun, Pancasila harus menjadi pedoman dalam merumuskan kebijakan yang menghormati partisipasi rakyat, melindungi kebebasan sipil, serta menjaga keseimbangan antar-lembaga negara dalam sistem demokrasi.

Di akhir tulisannya, Uyun juga menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme TNI sebagai alat pertahanan negara dan pelindung seluruh rakyat Indonesia.”Peringatan 1 Juni harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat para pendiri bangsa yang menjadikan Pancasila sebagai rumah bersama seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya.(www.majalahgalang.com/ras/@eko)

Pemerintah Desa Karanggetas Bangodua Lestarikan Budaya Mapag Sri Jelang Panen Padi



DENGGOL Bicara Siapa Dia:Budaya Petani Perlu Dilestarikan

SORANA.CO.ID.INDRAMAYU JAWA BARAT:Pemerintah Desa Karanggetas, Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu, kembali menggelar kegiatan melestarikan adat budaya Mapag Sri sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta, Sabtu(30/05/2026)

Acara ini juga menjadi ajang untuk menyambut pesta panen serta langkah rutin dalam mempererat tali silaturahmi antar masyarakat dan pemerintah desa.
Dengan semangat yang membara, masyarakat Desa Karanggetas berkumpul untuk merayakan kekayaan budaya mereka.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar upacara, tetapi juga sebuah persembahan kepada alam dan tradisi leluhur yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.Di meriahkan dengan jenis kesenian tradisonal. Seperti wayang kulit, sebagai hiburan bagi Masyarakat.

Kepala desa Karanggetas H. Nurwedi, AMK, menyampaikan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang.“Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk syukur atas hasil panen yang melimpah, tetapi juga sebagai penghormatan kepada tradisi dan kearifan lokal yang telah mengakar dalam kehidupan kami sehari-hari,” ujarnya kepada SORANA.CO.ID.


Acara tersebut turut dihadiri olehMuspika kecamatan Bangodua, Ketua BPD, MUI, LPM, Karangtaruna, RT, RW serta tokoh masyarakat Desa Karanggetas.Mereka semua ikut serta dalam upacara adat yang dipimpin oleh sesepuh desa dengan penuh khidmat dan kekhusyukan.

Tidak hanya sekadar upacara keagamaan, kegiatan ini juga memperkuat tali silaturahmi antar warga dan pemerintah desa.Melalui kebersamaan dalam menjaga dan merayakan adat budaya, diharapkan dapat tercipta harmoni dan solidaritas yang lebih kokoh di tengah masyarakat Desa Karanggetas.

“Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat budaya, Pemerintah Desa Karanggetasterus berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur demi keberlangsungan dan keharmonisan masyarakatnya,” ungkapnya.

Kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua lapisan masyarakat Desa Karanggetas yang ikut serta berpartisipasi dalam memeriahkan acara tersebut, sehingga kegiatan syukuran Mapag Sri ini bisa berjalan dengan aman dan lancar,” pungkasnya. (www.majalahgalang.com//ras/prapto )