DENGGOL Bicara Siapa Dia:Kenapa Muncul Orasi “Bung Salah Ucap”
MAJALAHGALANG.CO.ID-INDRAMAYU JAWA BARAT: Pastikan hari ini turun ke jalan massa Aliansi Wong Dermayu Bersatu (AWDB) yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat Indramayu siap turun ke jalan melawan pernyataan rasisme Salman.Aksi demo gabungan yang terdiri dari LSM, Ormas, aktivis dan masyarakat Indramayu dijadwalkan berlangsung terpusat kumpul di area sport centre Kota Indramayu Jawa Barat .Senin (19/1/2026).
“Kita
sudah satu suara, akan turun ke jalan melawan kesombongan Stafsus Bupati
Indramayu, Salman yang kami nilai sudah mengarah ke Rasis. Di Indramayu tidak
ada tempat untuk manusia Rasis dan tidak beradab,”jelas Kordinator Umum
(Kordum) AWDB, Asmawi Day didampingi Korlap demo, Tomi Susanto yang akrab
dipanggil Tomsus.
Menurut
Tomsus, saat ini AWDB sedang menyiapkan semua pendukung untuk kelancaran aksi
Senin , termasuk rapat teknis akhir yang dihadiri sejumlah unsur ketua baik
dari LSM, Ormas, aktivis, mahasiswa dan perwakilan masyarakat Indramayu
termasuk korban PHK dari pegawai outsorcing Diskominfo, di area Sport Center,
Jumat kemarin (16/1).
“Sekarang
kita sedang buat surat ijin tertulis atau tembusan demo untuk Polres Indramayu.
Intinya, kita lawan kesombongan Salman, dan silahkan Stafsus Bupati Indramayu
angkat kaki dari Indramayu,”tegas Tomsus.
Ditegaskan
Tomi, dalam aksi nanti, pihaknya juga akan meminta kejelasan pihak vendor dalam
hal ini PT BSM (Bintang Service Management) sebagai penyedia tenaga kerja yang
dinilai semena-mena dan tidak prosuderal dalam memutus hubungan kerja para
karyawannya, seperti yang menimpa pada Wanginah, Komar dan lainnya.
Salah
satu korban PHK dari tenaga outsorcing PT BSM yang ditugaskan di Diskominfo,
Wanginah (40) akan terus menyuarakan hak-haknya untuk keadilan. Menurutnya,
pemutsan kerja sepihak dari penyedia jasa PT BSM dinilai tidak beres, banyak
yang janggal dan ada intervensi dari pihak luar, termasuk sudah otoriter.
Praktik kotor ini patut diluruskan untuk kebaikan para pekerja outsorcing ke
depan.
Sebelumnya
diberitakan, Stafsus Bupati Indramayu, Salman, menjadi sorotan publik menyusul
pernyataannya yang dinilai rasis.Kalimat bernada rasis itu Salman lontarkan
saat bertemu dengan dua pegawai outsourcing Dinas Kominfo setempat yang dipecat
tanpa alasan yang jelas.
Pertemuan
berlangsung di pendopo setempat pada malam hari tanggal 10 Januari 2026. Salman
tak sendiri, ia didampingi asisten pribadi Bupati Indramayu Lucky Hakim bernama
Mansur.Sedangkan dua tenaga outsourcing yang dipecat itu yakni Wanginah dan
Komar.
Kedua
mantan tenaga outsourcing itu sengaja datang ke pendopo untuk mengklarifikasi
soal pemecatan. Sebab mereka mendengar, pemecatan itu atas pesanan Mansur dan
Salman.
“Kami
datang untuk meminta penjelasan, sebab kabar yang beredar, Mansur dan Salman
menekan pimpinan kami di Diskominfo agar memberhentikan kami,” ungkap Wanginah,
Jumat 16 Januari 2026.Pertemuan berubah memanas ketika Salman dan Mansur
membantah tudingan tersebut. Diluar dugaan, Salman malah melontarkan kalimat
bernada rasis dihadapan Wanginah dan Komar.
“Saya Salman, berdarah Madura, bertulang putih dan bermata putih tidak akan pernah takut dengan siapapun. Sy tidak akan patuh pada perintah siapapun di Indramayu ini kecuali bupati Indramayu Lucky Hakim.
Karena
saya orangnya Lucky Hakim bukan orangnya siapapun” jelas Wanginah menirukan
pernyataan Salman.Sementara itu Stafsus Bupati Indramayu, Salman belum
memberikan jawaban. Klarifikasi sorana.co.id kepada Salman, Jumat (16/1)
melalui chat WhatsApp hingga kini belum dijawab.(www.sorana.co.id//ras/ridwan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar