DENGGOL Bicara Siapa Dia :Mampukah Atasi Temuan Lelang Masih Dikondisikan…?
Peluncuran ini, bagian dari rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia
(HAKORDIA) 2025—hasil kolaborasi strategis antara KPK, Badan Pengawasan Keuangan
dan Pembangunan (BPKP), dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
(LKPP), di Graha Pandawa Balaikota, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (8/12).
Wakil Ketua KPK sekaligus Koordinator Tim Nasional PK, Agus Joko
Pramono, menyampaikan peluncuran fitur ini merupakan momentum penting dalam
memperkuat arsitektur sistem pengawasan secara nasional, untuk menutup celah
korupsi di sektor pengadaan, termasuk pola gratifikasi terselubung.
“Fitur ini sebagai early warning system pencegahan korupsi. Dengan semakin tajamnya algoritma, sistem mampu mengenali risiko dan anomali lebih tepat dan akurat,” ujar Agus.Lebih lanjut, fitur baru ini secara khusus ditujukan guna meningkatkan kapabilitas Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), sehingga memungkinkan APIP mengawasi dengan cepat, efektif, dan berbasis keakuratan data, tanpa bergantung pada audit manual.
Kepala BPKP sekaligus Pembina APIP, Muhammad Yusuf Ateh,
menegaskan kolaborasi ini sangat penting mengingat sektor PBJ menjadi titik
permasalahan besar yang kuncinya ada pada komitmen penyelesaiannya. Dalam
sinergi ini, Stranas PK bertindak sebagai koordinator pencegahan, BPKP
merancang substansi mekanisme audit, sementara LKPP sebagai arsitek teknologi
sistem.
“Kolaborasi ini hadir guna mengimbangi pertumbuhan masif PBJ
digital, mengingat sektor ini menjadi titik masalah besar,” ucap Kepala BPKP
sekaligus Pembina APIP, Muhammad Yusuf Ateh.
Pada kesempatan yang sama, Kepala LKPP sekaligus pengelola
sistem, Sarah Sadiqa, menjelaskan sistem katalog sebelumnya yaitu versi 5,
mendorong lonjakan transaksi e-purchasing dari
Rp83,6 triliun pada 2022 menjadi Rp261,2 triliun pada 2024. Fitur yang
dikembangkan bersama PT Telkom Indonesia ini, hadir guna merespon meningkatnya
kebutuhan pengawasan terhadap pengadaan di pemerintahan.
“Peluncuran versi 6 ini, bisa menjadi tools baru
bagi APIP guna mencegah penyimpangan sejak awal dan mendorong pengadaan lebih
transparan, responsif, dan berintegritas,” tuturnya.
Sementara itu, selaku tuan rumah HAKORDIA 2025, Walikota Yogyakarta,
Hasto Wardoyo, menyambut baik fitur terbaru inI, Hasto menyatakan pengawasan
yang efektif bergantung pada sistem yang dibangun, sehingga mampu mendorong
perbaikan tata kelola pengadaan daerah.
“Pengadaan merupakan motor penggerak pembangunan. Pengawasan yang efektif bergantung pada sistem yang kita bangun” ujarnya.Kegiatan peluncuran dilanjutkan dengan diskusi panel mendalam antara Stranas PK, BPKP, dan LKPP yang dihadiri Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta coaching clinic terkait teknis penggunaan e-audit bagi APIP yang hadir.
KPK sebagai anggota Tim Nasional PK, menegaskan komitmennya guna memastikan digitalisasi sistem pengawasan, mampu diimplementasikan secara optimal ke seluruh daerah di Indonesia demi memperkuat upaya pencegahan korupsi secara menyeluruh, khususnya pada sektor PBJ.Source-https://www.kpk.go.id-(majalahgalang.com//ras/sabar sembiring sh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar