DENGGOL Bicara Siapa Dia:Waduh Makin
Ramai Bae Dermayu…..!
MAJALAHGALANG.COM-INDRAMAYU JAWA BARAT: Aliansi Wong Dermayu Bersatu (AWDB) yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat Indramayu siap turun ke jalan melawan pernyataan rasisme Salman.Aksi demo gabungan yang terdiri dari LSM, Ormas, aktivis dan masyarakat Indramayu dijadwalkan berlangsung pada Senin lusa, (19/1).
"Kita sudah satu suara, akan
turun ke jalan melawan kesombongan Stafsus Bupati Indramayu, Salman yang kami
nilai sudah mengarah ke Rasis. Di Indramayu tidak ada tempat untuk manusia
Rasis dan tidak beradab,"jelas Kordinator Umum (Kordum) AWDB, Asmawi Day
didampingi Korlap demo, Tomi Susanto yang akrab dipanggil Tomsus.
Menurut Tomsus, saat ini AWDB sedang
menyiapkan semua pendukung untuk kelancaran aksi Senin lusa, termasuk rapat
teknis akhir yang dihadiri sejumlah unsur ketua baik dari LSM, Ormas, aktivis,
mahasiswa dan perwakilan masyarakat Indramayu termasuk korban PHK dari pegawai
outsorcing Diskominfo, di area Sport Center, Jumat kemarin (16/1).
"Sekarang kita sedang buat surat
ijin tertulis atau tembusan demo untuk Polres Indramayu. Intinya, kita lawan
kesombongan Salman, dan silahkan Stafsus Bupati Indramayu angkat kaki dari
Indramayu,"tegas Tomsus.
Ditegaskan Tomi, dalam aksi nanti,
pihaknya juga akan meminta kejelasan pihak vendor dalam hal ini PT BSM (Bintang
Service Management) sebagai penyedia tenaga kerja yang dinilai semena-mena dan
tidak prosuderal dalam memutus hubungan kerja para karyawannya, seperti yang
menimpa pada Wanginah, Komar dan lainnya.
Salah satu korban PHK dari tenaga
outsorcing PT BSM yang ditugaskan di Diskominfo, Wanginah (40) akan terus
menyuarakan hak-haknya untuk keadilan. Menurutnya, pemutsan kerja sepihak dari
penyedia jasa PT BSM dinilai tidak beres, banyak yang janggal dan ada
intervensi dari pihak luar, termasuk sudah otoriter. Praktik kotor ini patut
diluruskan untuk kebaikan para pekerja outsorcing ke depan.
Sebelumnya diberitakan, Stafsus Bupati
Indramayu, Salman, menjadi sorotan publik menyusul pernyataannya yang dinilai
rasis.Kalimat bernada rasis itu Salman lontarkan saat bertemu dengan dua
pegawai outsourcing Dinas Kominfo setempat yang dipecat tanpa alasan yang
jelas.
Pertemuan berlangsung di pendopo
setempat pada malam hari tanggal 10 Januari 2026. Salman tak sendiri, ia
didampingi asisten pribadi Bupati Indramayu Lucky Hakim bernama Mansur.Sedangkan
dua tenaga outsourcing yang dipecat itu yakni Wanginah dan Komar.
Kedua mantan tenaga outsourcing itu
sengaja datang ke pendopo untuk mengklarifikasi soal pemecatan. Sebab mereka
mendengar, pemecatan itu atas pesanan Mansur dan Salman.
“Kami datang untuk meminta penjelasan, sebab kabar yang beredar, Mansur dan Salman menekan pimpinan kami di Diskominfo agar memberhentikan kami,” ungkap Wanginah, Jumat 16 Januari 2026.Pertemuan berubah memanas ketika Salman dan Mansur membantah tudingan tersebut. Diluar dugaan, Salman malah melontarkan kalimat bernada rasis dihadapan Wanginah dan Komar.
“Saya Salman, berdarah Madura,
bertulang putih dan bermata putih tidak akan pernah takut dengan siapapun. Sy
tidak akan patuh pada perintah siapapun di Indramayu ini kecuali bupati
Indramayu Lucky Hakim.
Karena saya orangnya Lucky Hakim bukan
orangnya siapapun” jelas Wanginah menirukan pernyataan Salman.Sementara itu
Stafsus Bupati Indramayu, Salman belum memberikan jawaban. Klarifikasi
sorana.co.id kepada Salman, JUmat (16/1) melalui chat WhatsApp hingga kini
belum dijawab.(www.majalahgalang.com//ras/ridwan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar