DENGGOL Bicara Siapa Dia: Apa kabar Tuntutan Warga Pati Terkabul…./
MAJALAHGALANG.COM-PATI JAWA TENGAH: Peristiwa tragis karir politik
Bupati Kabupaten Pati Jawa Tengah Sudewo yang pernah di demo besar-besaran oleh
warganya terkait kebijakan untuk kenaikan PBB 250 persen dalam perjalan aman
dan terkendali dan tetap menjalankan roda pemerintahan Pemkab Pati.
Kini terjadi kembali ketika di laporkan sejumlah warga dan ormas
Pati melaporkan oknum Bupati Sudewo ke KPK dan terjadi orasi desak KPK turun
tangan dugaan Korupsi melibatkan orang nomor satu Sudewo Pemkab Pati belum
berhasil.
Ternyat fakti lain berbicara harapam warga Pati yang
menuntut bersihkan oknum KKN di Pati kini pihak KPK tindak tegas.Kinerja Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) tangkap Bupati Pati Sudewo dalam Operasi Tangkap
Tangan (OTT) pada Senin (19/1/2026).
Bupati Kabupaten Pati Sudewo. (source foto :Salman Toyibi/Jawa Pos)
BERITA RIWAYAT WARGA ORASI TUNTUT SUDEWO :
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan melakukan operasi
tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pati Sudewo, pada Senin (19/1). Sudewo
saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif. Bupati Pati, Sadewo sempat
viral dengan aksi warganya yang unjukrasa alias demo karena menaikkan pajak bumi
dan bangunan (PBB) 250 persen.
"Benar,
salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangkap di Pati
adalah saudara SDW," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan,
Senin (19/1).Budi mengungkapkan, Sudewo tengah menjalani pemeriksaan secara
intensif oleh tim penindakan KPK. Pemeriksaan itu dilakukan di Polres Kudus,
Jawa Tengah.
"Saat ini, yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan
secara intensif oleh tim di Polres Kudus," tegasnya.Dari pemeriksaan
sebelumnya, penyidik menemukan indikasi kuat adanya aliran dana ke tingkat
pimpinan daerah.
Selain Sudewo, KPK juga memeriksa Kepala Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pati Tri Haryama dan Camat Jaken Tri Agung
Setiawan serta sejumlah kepala desa (kades).
Masih
hangat di benak masyarakat, saat bupati Sudewo dipaksa mundur oleh warganya
sendiri lantaran membuat kebijakan kontroversial yang memicu kemarahan publik.
Sudewo
diketahui menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2)
hingga 250% serta penerapan sekolah lima hari.
Meski
kedua kebijakan tersebut sudah dibatalkan dan Sudewo telah menyampaikan
permintaan maaf, namun rakyat Pati sudah terlanjur murka hingga terjadi demo
besar-besaran pada Selasa, 13 Agustus 2025, sebagai puncak tekanan politik
terhadap orang nomor satu di Pati itu.Source foto :https://kolakaposnews.fajar.co.id/-(www.majalahgalang.com//ras/tim
pantura)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar